Scroll untuk baca berita
NEWSBIDIK SUMSELPeristiwaSumatera Selatan

Speedboat Rute Jalur 8 Muara Telang Tenggelam di Sungai Musi, Satu Penumpang Dilaporkan Tewas

516
×

Speedboat Rute Jalur 8 Muara Telang Tenggelam di Sungai Musi, Satu Penumpang Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini
Aktivitas petugas dan warga di perairan Sungai Musi pasca tenggelamnya speedboat rute Jalur 8 Muara Telang di Kabupaten Banyuasin. Dok. Photo NEWSBIDIK, Kamis (5/3/2026) / Titi Dewi.

NEWSBIDIK, BANYUASIN — Kecelakaan transportasi air kembali terjadi di perairan Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebuah speedboat milik Haras Grup yang melayani rute Jalur 8 Muara Telang dilaporkan tenggelam setelah diduga menabrak tunggak kayu yang berada di alur sungai.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pagi, (5/3/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi awal mengenai insiden itu pertama kali diketahui dari penumpang speedboat lain yang melintas dan berpapasan dengan kapal yang mengalami kecelakaan.

Baca Juga:

KP Tekukur-5010 Ungkap Perdagangan Satwa Dilindungi di Perairan Kendari, Ratusan Burung Diselamatkan

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Banyuasin, AKP Mukminin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyampaikan bahwa pihaknya masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Petugas masih berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi terkait kejadian tersebut,” ujarnya singkat.

Menurut keterangan salah seorang warga Desa Upang Ceria bernama Mahmud, insiden itu terjadi tidak lama setelah speedboat melaju di perairan Sungai Musi. Ia mengaku mendapatkan informasi dari sejumlah penumpang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Mahmud menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi ketika speedboat melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan menabrak tunggak kayu yang berada di dalam alur sungai. Benturan keras tersebut menyebabkan kapal mengalami kerusakan hingga akhirnya tenggelam.

“Peristiwanya terjadi sekitar pukul sembilan pagi. Dari informasi yang kami terima, speedboat itu menabrak tunggak kayu di sungai,” kata Mahmud.

Benturan dengan kayu yang berada di dalam air tersebut diduga membuat badan kapal tidak mampu menahan kerusakan yang terjadi. Setelah menabrak, speedboat dilaporkan dengan cepat terisi air dan akhirnya tenggelam di lokasi kejadian.

Dalam insiden itu, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia. Namun hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah korban serta kondisi penumpang lainnya.

Petugas dari Satpolairud Polres Banyuasin segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk proses evakuasi serta pendataan terhadap para penumpang yang berada di dalam speedboat tersebut.

Baca Juga:

Polisi Gagalkan Praktik Bom Ikan di Mawasangka Buton Tengah, Lima Botol Bahan Peledak Diamankan

Selain melakukan penanganan awal, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Tidak menutup kemungkinan faktor kondisi sungai maupun keberadaan tunggak kayu yang tidak terlihat di permukaan menjadi salah satu penyebab terjadinya insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan di lokasi kejadian masih terus berlangsung. Pihak kepolisian juga mengimbau para operator transportasi sungai serta pengguna jasa angkutan air agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur perairan Sungai Musi, terutama di kawasan yang rawan terdapat kayu atau benda lain yang dapat membahayakan pelayaran.

Baca Juga:

Mabes Polri Tegaskan: Wartawan Harus Dilindungi, Anggota yang Melanggar Ditindak Tegas

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Nasional

“Kepemimpinan terpusat Presiden dalam operasi terpadu penanganan banjir Sumatera dinilai menjadi faktor penentu stabilitas nasional. Dengan penyatuan komando antara TNI tiga matra, Basarnas, BNPB, Polri, dan pemerintah daerah, respons kemanusiaan berjalan lebih cepat, terarah, dan bebas dari tumpang tindih kewenangan. Pendekatan ini sekaligus memastikan tidak ada celah intervensi pihak asing dalam operasi yang bersifat sensitif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim yang stabil di kawasan.”