Scroll untuk baca berita
AcehDaerahPeristiwa

BREAKING NEWS: CUACA EKSTREM LUMPUHKAN JALAN LINTAS NAGAN RAYA–TAKENGON, EMPAT DESA TERISOLIR TOTAL

1704
×

BREAKING NEWS: CUACA EKSTREM LUMPUHKAN JALAN LINTAS NAGAN RAYA–TAKENGON, EMPAT DESA TERISOLIR TOTAL

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya — Hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Nagan Raya dalam beberapa hari terakhir memicu bencana banjir serius di wilayah Beutong Ateuh. Akibatnya, Jalan Lintas Nagan Raya–Takengon (Aceh Tengah) lumpuh total setelah badan jalan putus dihantam derasnya arus Sungai Beutong Ateuh, Jumat (28/11/2025).

Bencana alam ini menjadi yang kedua kalinya dalam tahun ini. Jika sebelumnya wilayah tersebut diterjang banjir bandang, maka kejadian kali ini lebih parah. Infrastruktur jalan utama antarkabupaten mengalami kerusakan berat, memutus akses vital yang menghubungkan Nagan Raya dengan Aceh Tengah. Arus sungai yang meluap menghancurkan badan jalan hingga tidak dapat dilalui sama sekali, bahkan oleh kendaraan berat.

Selain kerusakan infrastruktur, empat desa di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala kini dalam kondisi terisolir total akibat terputusnya akses dan tingginya genangan air. Adapun desa-desa yang terdampak adalah:

Desa Babah Suak

Desa Kuta Teugeuh

Desa Blang Puuk

Desa Blang Meurandeuh

Masyarakat dari empat desa tersebut terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga berita ini diterbitkan, warga masih berada di tempat pengungsian sambil menunggu bantuan logistik dan evakuasi lanjutan dari pihak terkait.

Warga mengaku khawatir dengan kondisi yang semakin memburuk dan mendesak pemerintah daerah serta BPBD untuk segera mengirimkan bantuan, membuka akses jalan, dan melakukan penanganan cepat.

Cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, longsor, dan rusaknya infrastruktur lain di sekitar wilayah rawan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Seorang remaja bernama Kamaludin (15) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (1/5/2026). Hingga Minggu (3/5/2026), tim gabungan BPBD, SAR, dan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai meski terkendala arus yang kuat dan medan sulit. Pihak keluarga masih menunggu dengan penuh harap di lokasi kejadian.”