Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWS BIDIK KAB BEKASIReligi

Dari Lahan Tidur Menuju Berkah Ramadhan: Semangat Kemandirian Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya”

17062
×

Dari Lahan Tidur Menuju Berkah Ramadhan: Semangat Kemandirian Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya”

Sebarkan artikel ini
Suasana buka puasa bersama Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya di bantaran Kali CBL, Blok 3, lahan PJT II, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa sore (3/3/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan diskusi dan perencanaan program ke depan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan kemandirian warga dalam memanfaatkan lahan tidur demi meningkatkan perekonomian desa. Dok. Foto: newsbidik.com / IBNU SF

NEWSBIDIK,KAB BEKASI Di tengah keterbatasan lahan pertanian di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, semangat kebersamaan justru tumbuh semakin kuat. Kelompok Tani dan Peternak yang berada di bantaran Kali CBL, lahan milik PJT II, tepatnya di area Blok 3, menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi dan perencanaan program ke depan. Selasa sore, (3/3/2026)

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga momentum memperkuat tekad dan arah perjuangan bersama. Di tengah krisis lahan yang dirasakan warga desa, para petani dan peternak berinisiatif memanfaatkan lahan tidur di wilayah PJT II untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan secara mandiri dan swadaya.

Baca Juga:

Ribuan Butir Obat Keras Digerebek Sat Narkoba Polres Metro Bekasi, Bisnis Haram Berkedok Kontrakan Dibongkar

Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu mengolah tanah yang sebelumnya terbengkalai menjadi lahan produktif. Harapannya, langkah ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat serta menciptakan peluang usaha baru di tengah persaingan taraf hidup yang semakin tinggi.

Dalam tausiah singkatnya, Ustadz NILAN menyampaikan bahwa bekerja dan mengelola lahan untuk kemaslahatan umat merupakan bagian dari ibadah. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurutnya, hadist tersebut menjadi motivasi kuat bagi para petani dan peternak agar tidak pernah merasa kecil atas usaha yang mereka lakukan. “Setiap benih yang tumbuh adalah pahala. Setiap keringat yang jatuh karena kerja halal adalah ibadah,” ujar Ustadz Ibnu di hadapan para anggota kelompok.

Baca Juga:

Dari Lahan Terbengkalai Menjadi Lumbung Pangan, Paguyuban Petani Wanajaya Bangkitkan Ketahanan Pangan Lokal

Ia juga mengingatkan pentingnya niat yang lurus. “Jika tujuan kita bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun kemandirian desa dan membantu sesama, maka insyaAllah Allah akan mudahkan jalannya,” tambahnya.

Pimpinan Umum media newsbidik.com, BROWIBOWO, yang turut memberikan tanggapan menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Wanajaya. Menurutnya, gerakan swadaya seperti ini merupakan contoh nyata kemandirian rakyat.

“Di saat banyak pihak mengeluhkan keterbatasan, kelompok tani dan peternak di Wanajaya justru bergerak. Ini adalah wujud nyata semangat Pangan Tahan Harian (PTH) dan kedaulatan ekonomi dari bawah. Media hadir untuk mendukung gerakan positif yang membangun,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat melihat dan mendukung langkah masyarakat tersebut agar pengelolaan lahan berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Semangat kebersamaan yang terbangun di bulan suci Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa rezeki tidak datang hanya dari menunggu, tetapi dari ikhtiar dan doa yang berjalan beriringan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Pesan tersebut seakan menjadi napas perjuangan kelompok tani dan peternak Desa Wanajaya. Dari lahan tidur yang sederhana, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih sejahtera. Dengan iman sebagai fondasi, kerja keras sebagai jalan, dan kebersamaan sebagai kekuatan, mereka melangkah pasti membangun kemandirian ekonomi desa.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Di bantaran Kali CBL itu, nilai-nilai tersebut hidup dan tumbuh bersama benih-benih harapan.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”