Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWS BIDIK KAB BEKASIReligi

Dari Lahan Tidur Menuju Berkah Ramadhan: Semangat Kemandirian Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya”

17252
×

Dari Lahan Tidur Menuju Berkah Ramadhan: Semangat Kemandirian Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya”

Sebarkan artikel ini
Suasana buka puasa bersama Kelompok Tani dan Peternak Desa Wanajaya di bantaran Kali CBL, Blok 3, lahan PJT II, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa sore (3/3/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan diskusi dan perencanaan program ke depan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan kemandirian warga dalam memanfaatkan lahan tidur demi meningkatkan perekonomian desa. Dok. Foto: newsbidik.com / IBNU SF

NEWSBIDIK,KAB BEKASI Di tengah keterbatasan lahan pertanian di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, semangat kebersamaan justru tumbuh semakin kuat. Kelompok Tani dan Peternak yang berada di bantaran Kali CBL, lahan milik PJT II, tepatnya di area Blok 3, menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi dan perencanaan program ke depan. Selasa sore, (3/3/2026)

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga momentum memperkuat tekad dan arah perjuangan bersama. Di tengah krisis lahan yang dirasakan warga desa, para petani dan peternak berinisiatif memanfaatkan lahan tidur di wilayah PJT II untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan secara mandiri dan swadaya.

Baca Juga:

Ribuan Butir Obat Keras Digerebek Sat Narkoba Polres Metro Bekasi, Bisnis Haram Berkedok Kontrakan Dibongkar

Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu mengolah tanah yang sebelumnya terbengkalai menjadi lahan produktif. Harapannya, langkah ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat serta menciptakan peluang usaha baru di tengah persaingan taraf hidup yang semakin tinggi.

Dalam tausiah singkatnya, Ustadz NILAN menyampaikan bahwa bekerja dan mengelola lahan untuk kemaslahatan umat merupakan bagian dari ibadah. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurutnya, hadist tersebut menjadi motivasi kuat bagi para petani dan peternak agar tidak pernah merasa kecil atas usaha yang mereka lakukan. “Setiap benih yang tumbuh adalah pahala. Setiap keringat yang jatuh karena kerja halal adalah ibadah,” ujar Ustadz Ibnu di hadapan para anggota kelompok.

Baca Juga:

Dari Lahan Terbengkalai Menjadi Lumbung Pangan, Paguyuban Petani Wanajaya Bangkitkan Ketahanan Pangan Lokal

Ia juga mengingatkan pentingnya niat yang lurus. “Jika tujuan kita bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun kemandirian desa dan membantu sesama, maka insyaAllah Allah akan mudahkan jalannya,” tambahnya.

Pimpinan Umum media newsbidik.com, BROWIBOWO, yang turut memberikan tanggapan menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Wanajaya. Menurutnya, gerakan swadaya seperti ini merupakan contoh nyata kemandirian rakyat.

“Di saat banyak pihak mengeluhkan keterbatasan, kelompok tani dan peternak di Wanajaya justru bergerak. Ini adalah wujud nyata semangat Pangan Tahan Harian (PTH) dan kedaulatan ekonomi dari bawah. Media hadir untuk mendukung gerakan positif yang membangun,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat melihat dan mendukung langkah masyarakat tersebut agar pengelolaan lahan berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Semangat kebersamaan yang terbangun di bulan suci Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa rezeki tidak datang hanya dari menunggu, tetapi dari ikhtiar dan doa yang berjalan beriringan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Pesan tersebut seakan menjadi napas perjuangan kelompok tani dan peternak Desa Wanajaya. Dari lahan tidur yang sederhana, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih sejahtera. Dengan iman sebagai fondasi, kerja keras sebagai jalan, dan kebersamaan sebagai kekuatan, mereka melangkah pasti membangun kemandirian ekonomi desa.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Di bantaran Kali CBL itu, nilai-nilai tersebut hidup dan tumbuh bersama benih-benih harapan.

Jawa Barat

“Dugaan pungutan liar di kawasan Jembatan Timbang Tolongas, Sumedang, menjadi perhatian serius karena sejumlah truk bermuatan terlihat melanjutkan perjalanan tanpa masuk ke area penimbangan setelah diduga terjadi transaksi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola UPKB serta instansi terkait. Transparansi pemeriksaan dan penegakan aturan diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.