Scroll untuk baca berita
Jawa TengahNasionalPeristiwa

Audit Mendesak! Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Masuk UIN Salatiga dan Isu Solar Subsidi untuk Alat Berat

3906
×

Audit Mendesak! Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Masuk UIN Salatiga dan Isu Solar Subsidi untuk Alat Berat

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, SALATIGA , Sejumlah laporan dan hasil penelusuran terbaru kembali menyoroti dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan fasilitas perguruan tinggi di Indonesia. Fenomena ini bukan hal baru, mengingat KPK sebelumnya mengungkap adanya potensi korupsi pada 68% pengadaan barang dan jasa di lingkungan kampus. Artinya, masalah tata kelola proyek pembangunan perguruan tinggi masih menjadi persoalan serius dan meluas.Sabtu, (15/11/2025).

Salah satu proyek yang kini ramai diperbincangkan adalah pembangunan jalan masuk selatan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Proyek milik Kementerian Agama RI ini menghabiskan anggaran Rp 3.746.528.835,56, namun hasil pekerjaan di lapangan dinilai tidak sebanding dengan nilai tersebut.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Inter Desain, yang memperoleh tender dengan berkolaborasi bersama CV. Artha Gemilang dan CV. Monalisa Art, menggunakan dana yang bersumber dari DIPA-UIN Salatiga Tahun Anggaran 2025. Namun, pengamatan di lokasi menunjukkan banyak kejanggalan. Para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan konstruksi saluran air menuju kampus diduga tidak dilengkapi lantai kerja sebagaimana mestinya.

Tim media yang melakukan investigasi menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian prosedur. Papan proyek tidak dipasang di lokasi pekerjaan, melainkan dibiarkan bersandar di area parkir mobil, jauh dari jangkauan publik.

Saat tim mencoba meminta penjelasan lebih detail dari Direktur Utama CV. Inter Desain, Gatot, ia tampak tidak transparan soal teknis pengerjaan. Terutama ketika ditanya mengenai pengadaan BBM untuk alat berat, yang justru makin memunculkan dugaan penggunaan Solar bersubsidi untuk pekerjaan proyek bernilai miliaran tersebut.

Gatot mengaku tidak mengetahui frekuensi pengiriman BBM, hanya mengatakan biasanya datang pada “malam hari”. Jawaban yang tidak jelas tersebut membuat tim investigasi semakin yakin adanya potensi penyelewengan terkait penggunaan BBM subsidi, yang seharusnya tidak boleh dipakai untuk proyek konstruksi komersial.

Dengan berbagai temuan di lapangan serta minimnya keterbukaan pihak kontraktor, publik dan lembaga sosial kontrol mendesak KPK bersama instansi terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran pada proyek pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga yang bernilai miliaran rupiah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Nasional

“Kepemimpinan terpusat Presiden dalam operasi terpadu penanganan banjir Sumatera dinilai menjadi faktor penentu stabilitas nasional. Dengan penyatuan komando antara TNI tiga matra, Basarnas, BNPB, Polri, dan pemerintah daerah, respons kemanusiaan berjalan lebih cepat, terarah, dan bebas dari tumpang tindih kewenangan. Pendekatan ini sekaligus memastikan tidak ada celah intervensi pihak asing dalam operasi yang bersifat sensitif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim yang stabil di kawasan.”

Jawa Tengah

Gudang diduga menjadi pusat penimbunan solar bersubsidi di Desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang akhirnya terbongkar. Tim investigasi menemukan puluhan tandon 1.000 liter, mesin pompa besar, serta jejak aktivitas armada mobil yang keluar-masuk membawa BBM dari berbagai SPBU. Warga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia solar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Hukum & Kriminal

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan kuat penyimpangan pada proyek revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dengan mekanisme swakelola justru dikerjakan oleh pihak rekanan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi, mutu, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Lembaga dan tim media berencana membawa temuan ini ke BPK serta Kejaksaan untuk memastikan ada penegakan hukum yang tegas.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb