Scroll untuk baca berita
Jawa TengahJeparaPeristiwa

Respon Cepat Bupati Jepara Usai Rumah Warga Sinanggul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang

341
×

Respon Cepat Bupati Jepara Usai Rumah Warga Sinanggul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Jepara – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Jepara pada Selasa siang (21/10/2025) menyebabkan satu rumah warga di Desa Sinanggul, RT 26 RW 05, roboh. Rumah milik Rahmadi, atau akrab disapa Mbah Londo, mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerugian mencapai Rp25 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut keterangan warga, rumah tersebut ambruk saat hujan deras mengguyur kawasan Sinanggul. Penghuni rumah sempat menyelamatkan diri ketika mendengar suara retakan di bagian atap, sehingga terhindar dari reruntuhan.

Menanggapi laporan itu, Bupati Jepara, Witiarso, langsung memberikan respon cepat melalui sambungan WhatsApp.

“Nanti biar ada tim yang datang meninjau lokasinya,” ujarnya singkat.

Tak lama berselang, Bupati menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengupayakan bantuan bagi korban.

“Baik, kita akan usahakan secepat mungkin agar warga yang tertimpa musibah bisa mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Selain itu, Ketua DPRD Jepara dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) juga turut merespons cepat dengan berkoordinasi menyiapkan bantuan logistik bagi korban terdampak. Beberapa pihak masyarakat dan relawan juga mulai mengirimkan bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga untuk membantu Rahmadi.

Saat ini, Rahmadi sementara mengungsi di rumah tetangganya, sambil menunggu proses perbaikan rumahnya selesai. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan korban mendapatkan tempat tinggal yang layak dan bantuan yang memadai.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama saat memasuki musim penghujan di wilayah Jepara dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Selain SMKN 5 Semarang, dua sekolah lainnya yang turut menerima penghargaan sebagai SMA/SMK Teraktif adalah SMA Negeri 3 Semarang dan SMA Negeri 6 Semarang.
Program Rengganis Pintar merupakan upaya Disperindag Jawa Tengah untuk mendorong penerapan konsep green industry di dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya industri yang ramah lingkungan sebagai strategi memperkuat daya saing dan ekspor daerah.

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

BREBES

“Warga berharap proyek P3-TGAI di Desa Karangsambung dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan mendapat pengawasan maksimal. Dugaan penggunaan material yang dipertanyakan serta kedalaman pondasi yang dinilai minim perlu mendapat klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait agar kualitas bangunan irigasi benar-benar terjamin.”

Jawa Tengah

“Saya menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan jabatan yang saya terima telah melalui mekanisme dan ketentuan kepegawaian yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK). Tidak benar jika disebut saya dipromosikan tanpa prosedur atau melalui praktik jual beli jabatan,” tegas NYT dalam hak jawab yang disampaikan kepada redaksi.

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”