Scroll untuk baca berita
BantenDaerah

Hujan Deras Picu Banjir di Serpong Utara, 160 KK Terdampak

659
×

Hujan Deras Picu Banjir di Serpong Utara, 160 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//TANGERANG SELATAN  Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa malam (13/5/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Serpong Utara, khususnya di Kelurahan Paku Jaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat, banjir merendam wilayah RT 01, 02, 03, dan 08 RW 01 Kampung Kayu Gede, Kelurahan Paku Jaya. Tinggi muka air (TMA) di lokasi tersebut bervariasi antara 30 hingga 140 sentimeter.

“Wilayah terdampak yaitu Kampung Kayu Gede RW 01 Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara, dengan ketinggian air antara 30 sampai 140 sentimeter,” ujar Komandan Regu Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiriyawan, saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Menurut BPBD, sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada warga yang dilaporkan mengungsi.

Dian menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi sejak sore hari menjadi penyebab utama banjir. Selain merendam permukiman warga, genangan air juga melumpuhkan arus lalu lintas di jalan utama kawasan Jalan Boulevard Graha Raya, Kelurahan Paku Jaya, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

“Untuk saat ini kami telah menurunkan satu perahu dengan enam personel. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk mengerahkan mesin penyedot air,” jelas Dian.

BPBD telah melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus RT setempat serta dinas terkait. Saat ini, sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan di lapangan meliputi makanan siap saji, air mineral, dan tambahan mobil penyedot air.

Petugas masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas gabungan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik