Scroll untuk baca berita
DKI JakartaHeadlineIKN

Prabowo Perintahkan Sosialisasi Masif Kebijakan Prorakyat di Sektor Perumahan

581
×

Prabowo Perintahkan Sosialisasi Masif Kebijakan Prorakyat di Sektor Perumahan

Sebarkan artikel ini

Newsbidik|•Jakarta,– Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sosialisasi masif terkait kebijakan prorakyat di sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (19/3/25).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang memberikan keringanan bagi masyarakat harus segera disampaikan ke daerah-daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. “Presiden meminta supaya kebijakan prorakyat, seperti BPHTB yang dari 5 persen menjadi 0 persen, retribusi PBG yang kini gratis, serta PPN yang ditanggung pemerintah hingga Juni 2025, bisa disosialisasikan secara masif,” ujar Maruarar.

Selain itu, Maruarar juga melaporkan progres penyelesaian Wisma Atlet Pademangan, di mana tiga tower (8, 9, dan 10) telah selesai dan siap diserahterimakan. Pemerintah juga mencatat pencapaian pembangunan lebih dari 1,1 juta unit rumah subsidi hingga Maret 2025. Namun, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kualitas rumah subsidi agar tetap terjaga dan tidak merugikan rakyat.

Dalam sektor perumahan bagi aparat, pemerintah telah membangun 5.760 unit rumah untuk TNI AD di berbagai daerah seperti Brebes, Bogor, dan Bekasi, serta 14.389 unit rumah untuk Polri di Karawang. Selain itu, pada 25 Maret mendatang, kunci rumah bagi 20 ribu guru akan diserahkan, dengan 250 unit di antaranya akan diberikan secara simbolis di acara khusus.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial, pemerintah juga akan membentuk Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3), yang bertujuan mendorong skema hunian berimbang bagi seluruh masyarakat.

Dengan berbagai kebijakan ini, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan perumahan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan pemanfaatan aset negara yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”