Scroll untuk baca berita
DKI JakartaHeadlineIKN

Prabowo Perintahkan Sosialisasi Masif Kebijakan Prorakyat di Sektor Perumahan

661
×

Prabowo Perintahkan Sosialisasi Masif Kebijakan Prorakyat di Sektor Perumahan

Sebarkan artikel ini

Newsbidik|•Jakarta,– Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sosialisasi masif terkait kebijakan prorakyat di sektor perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (19/3/25).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang memberikan keringanan bagi masyarakat harus segera disampaikan ke daerah-daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. “Presiden meminta supaya kebijakan prorakyat, seperti BPHTB yang dari 5 persen menjadi 0 persen, retribusi PBG yang kini gratis, serta PPN yang ditanggung pemerintah hingga Juni 2025, bisa disosialisasikan secara masif,” ujar Maruarar.

Selain itu, Maruarar juga melaporkan progres penyelesaian Wisma Atlet Pademangan, di mana tiga tower (8, 9, dan 10) telah selesai dan siap diserahterimakan. Pemerintah juga mencatat pencapaian pembangunan lebih dari 1,1 juta unit rumah subsidi hingga Maret 2025. Namun, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kualitas rumah subsidi agar tetap terjaga dan tidak merugikan rakyat.

Dalam sektor perumahan bagi aparat, pemerintah telah membangun 5.760 unit rumah untuk TNI AD di berbagai daerah seperti Brebes, Bogor, dan Bekasi, serta 14.389 unit rumah untuk Polri di Karawang. Selain itu, pada 25 Maret mendatang, kunci rumah bagi 20 ribu guru akan diserahkan, dengan 250 unit di antaranya akan diberikan secara simbolis di acara khusus.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial, pemerintah juga akan membentuk Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3), yang bertujuan mendorong skema hunian berimbang bagi seluruh masyarakat.

Dengan berbagai kebijakan ini, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan perumahan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan pemanfaatan aset negara yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”