Scroll untuk baca berita
HeadlinePOLRES PANGANDARANPOLRI

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Pangandaran Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

599
×

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Pangandaran Gelar Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK|•Pangandaran – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Polres Pangandaran menggelar acara buka puasa bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 Maret 2025 ini bertempat di Mako Polres Pangandaran dan dihadiri oleh berbagai tokoh serta jajaran aparat daerah.

Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan ini dengan tujuan mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan. “Selain memperkuat kebersamaan, acara ini juga menjadi momentum untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam,” ujar AKBP Mujianto.

Hadir dalam acara tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khalifah, Syeikh Muhammad Husein Qadafi, Dandim 0625 Pangandaran, pejabat utama Polres Pangandaran, jajaran Kodim 0625, Kadishub, Kasatpol PP, Dai Kamtibmas Kabupaten Pangandaran, serta Ketua Bhayangkari Cabang Polres Pangandaran.

Kegiatan ini turut diisi dengan tausiah oleh Syeikh Muhammad Husein Qadafi, yang menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan penyembuh segala masalah. “Al-Qur’an adalah obat bagi hati dan penolong di Hari Kiamat. Membacanya tidak mengenal kata terlambat,” ujar Syeikh Husein dalam ceramahnya.

Selain itu, Polres Pangandaran memberikan santunan kepada 20 anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Kapolres Pangandaran juga mengajak seluruh peserta untuk lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan penuh berkah ini. “Ramadhan adalah waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita perbanyak membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap dapat terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci.(brow)

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”