Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Ratusan Emak-Emak Meriahkan HUT Ke-24 Nagan Raya Lewat Lomba Pembuatan Kue Karah Tradisional Aceh

3965
×

Ratusan Emak-Emak Meriahkan HUT Ke-24 Nagan Raya Lewat Lomba Pembuatan Kue Karah Tradisional Aceh

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK | Nagan Raya – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 Kabupaten Nagan Raya, Aceh, semakin terasa dengan digelarnya lomba pembuatan kue tradisional Aceh, yaitu kue karah atau yang juga dikenal masyarakat sebagai kue rambut, di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT Kabupaten Nagan Raya tersebut diikuti ratusan ibu-ibu dari berbagai kecamatan. Mereka menampilkan keterampilan mengolah kue tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya kuliner Aceh.

Sejak pagi hari, suasana lokasi perlombaan dipenuhi semangat para peserta yang sibuk menyiapkan adonan, memanaskan minyak, hingga mencetak kue karah dengan teknik khas menggunakan cetakan khusus. Aroma harum kue yang baru digoreng pun menyambut para pengunjung yang memadati area perlombaan.

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pelestarian kuliner tradisional Aceh agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah pesatnya perkembangan makanan modern. Para peserta dinilai berdasarkan teknik pembuatan, bentuk dan kerapian hasil, cita rasa, serta kebersihan selama proses pengolahan.

Salah satu kecamatan yang turut ambil bagian adalah Kecamatan Tadu Raya. Camat Tadu Raya, Teuku Khalilullah, hadir langsung memberikan dukungan dan pendampingan kepada para peserta dari wilayahnya.

Sebanyak 20 ibu-ibu dari Kecamatan Tadu Raya mengikuti perlombaan tersebut. Kehadiran rombongan peserta menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Nagan Raya sekaligus melestarikan warisan kuliner daerah.

Menurut Teuku Khalilullah, keikutsertaan masyarakat dalam lomba tersebut bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan serta komitmen menjaga budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain memeriahkan HUT Kabupaten Nagan Raya, juga menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan makanan tradisional yang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia berharap tradisi membuat kue karah tetap diwariskan kepada generasi muda sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dari keluarga dan didukung melalui berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat.

Selama perlombaan berlangsung, para peserta tampak saling berbagi pengalaman dan teknik membuat kue karah yang baik. Meski berkompetisi, suasana tetap berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Sorak sorai para pendukung turut menambah semarak acara yang menjadi perhatian masyarakat.

Kue karah sendiri merupakan salah satu makanan khas Aceh yang biasanya disajikan pada berbagai acara adat, pernikahan, hari raya keagamaan, hingga penyambutan tamu. Bentuknya menyerupai anyaman benang yang melingkar dengan cita rasa manis dan tekstur renyah, sehingga menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih diminati hingga kini.

Melalui penyelenggaraan lomba tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya diharapkan dapat terus mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan keterampilan yang dimiliki.

Perayaan HUT Ke-24 Kabupaten Nagan Raya pun tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan daerah sejak berdiri, tetapi juga menjadi ajang memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga identitas dan kearifan lokal Aceh.

Baca Juga

Camat Tadu Raya Silaturahmi ke PKS PT Fajar Baizury & Brothers, Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Kepedulian Lingkungan

Camat Tadu Raya Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan dalam Pencarian Remaja Hilang di Sungai Alue Labu

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Nagan Raya didukung oleh data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan akuntabel. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.