Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPolitik

Jelang HUT Ke-81 RI, Badan Kesbangpol Nagan Raya Gelar Diklat Paskibraka

967
×

Jelang HUT Ke-81 RI, Badan Kesbangpol Nagan Raya Gelar Diklat Paskibraka

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,Suka Makmue – Bupati Nagan Raya, Dr. TR Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Hizbulwatan, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2026.

Kegiatan yang dihadiri para pelatih Paskibraka tersebut berlangsung di Alun-Alun Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kamis (16/7/2026).

Dalam arahannya, Plt. Sekda Hizbulwatan menegaskan bahwa anggota Paskibraka tidak hanya mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan, tetapi juga dituntut menjadi teladan bagi generasi muda melalui sikap, perilaku, disiplin, dan integritas yang dimiliki.

“Anggota Paskibraka ini merupakan putra-putri terbaik yang telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat. Kepercayaan ini merupakan sebuah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar Hizbulwatan.

Ia juga mengharapkan seluruh peserta agar mampu menjaga kedisiplinan, kekompakan, dan semangat pengabdian selama mengikuti rangkaian pelatihan.

“Semoga seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan dengan lancar sehingga mampu melahirkan anggota Paskibraka yang siap mengemban amanah pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nagan Raya, Taufik, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa Diklat Paskibraka Tahun 2026 berlangsung mulai 16 Juli hingga 18 Agustus 2026.

“Kegiatan tersebut diikuti oleh 72 peserta yang terdiri atas 40 laki-laki dan 32 perempuan,” ungkapnya.

“Tujuan pelaksanaan diklat diantaranya untuk mempersiapkan anggota Paskibraka yang terampil dan disiplin dalam baris-berbaris,” tambahnya.

Penulis: Zahari ZEditor: Browibowo

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”