NEWSBIDIK OLAHRAGA – Kompetisi sepak bola usia muda bertajuk Liga Jabar Istimewa (LJI) akan segera digelar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Turnamen ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan serta pengembangan talenta pesepak bola muda di daerah.
Direktur Kompetisi Sepak Bola Usia Muda PSSI Jawa Barat sekaligus Ketua PSSI Kabupaten Bekasi, Hamun Sutisna, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut direncanakan berlangsung pada bulan April hingga Mei mendatang. Saat ini, berbagai persiapan teknis tengah dimatangkan agar pelaksanaan liga dapat berjalan lancar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Menurut Hamun, Liga Jabar Istimewa akan mempertandingkan beberapa kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-19. Pembagian kategori umur ini bertujuan memberikan ruang kompetisi yang sesuai dengan tahap perkembangan para pemain muda sehingga mereka dapat bertanding secara sehat, kompetitif, dan terarah.
“Liga Jabar Istimewa ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda di Jawa Barat. Kami ingin memberikan wadah kompetisi yang sehat sekaligus menjadi ajang pencarian bakat bagi pesepak bola usia dini,” ujar Hamun.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya sekadar turnamen biasa, tetapi juga menjadi bagian dari proses talent scouting untuk menemukan pemain-pemain potensial yang dapat dibina lebih lanjut. Para pemain yang menunjukkan performa menonjol nantinya berpeluang direkomendasikan untuk mengikuti program pembinaan lanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat, M. Jaelani Saputra, menegaskan bahwa Liga Jabar Istimewa (LJI) merupakan “candradimuka” pembinaan sepak bola Jawa Barat yang dirancang secara berjenjang. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang pertandingan bagi pemain muda, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“LJI menjadi candradimuka bagi pembinaan sepak bola Jawa Barat yang berjenjang. Kompetisi ini dirancang untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas yang nantinya dapat memperkuat klub maupun tim daerah. Ke depan, Liga Jabar Istimewa juga akan menjadi agenda tahunan PSSI Jawa Barat,” jelas Jaelani.
Pelaksanaan kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di berbagai daerah. Klub-klub sepak bola, sekolah sepak bola (SSB), hingga akademi sepak bola di seluruh Jawa Barat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kompetisi tersebut.
Hamun menambahkan, kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat. Melalui kompetisi yang rutin dan terstruktur, para pemain muda dapat memperoleh pengalaman bertanding yang lebih matang sekaligus mengasah kemampuan teknis maupun mental mereka.
“Sepak bola tidak bisa berkembang tanpa kompetisi yang berjenjang. Oleh karena itu, Liga Jabar Istimewa menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem pembinaan sejak usia dini,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara juga menargetkan agar kompetisi ini dapat menjadi salah satu barometer perkembangan sepak bola usia muda di Jawa Barat. Dengan jumlah peserta yang berasal dari berbagai daerah, diharapkan akan muncul pemain-pemain berbakat yang dapat memperkuat klub-klub profesional maupun tim daerah di masa depan.
Jawa Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam melahirkan pesepak bola berbakat. Banyak pemain nasional lahir dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini.
Dengan digelarnya Liga Jabar Istimewa, diharapkan proses pembinaan dan pencarian bakat dapat berjalan lebih sistematis. Selain menjadi ajang kompetisi, liga ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, serta kecintaan terhadap olahraga sepak bola di kalangan generasi muda.
Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Liga Jabar Istimewa akan menjadi salah satu kompetisi sepak bola usia muda terbesar di Jawa Barat tahun ini, sekaligus membuka peluang lahirnya bintang-bintang sepak bola masa depan dari Tanah Pasundan. ⚽
Baca Juga:
Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki
Reses Anggota DPRD Jabar H. Akhmad Marjuki di Sukarukun, Serap Aspirasi Warga Sukatani
Menteri IMIPAS. dan Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Program Pendidikan di Lapas Ciamis




















