Scroll untuk baca berita
Hukum & KriminalJawa TengahJeparaPeristiwa

Diduga Menyimpang dari Spesifikasi, Proyek Revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara Tuai Sorotan.

7607
×

Diduga Menyimpang dari Spesifikasi, Proyek Revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara Tuai Sorotan.

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Jepara -Proyek revitalisasi bangunan di SD Negeri 2 Geneng Jepara, menuai kritik keras. Pekerjaan yang semestinya mengikuti standar teknis dan ketentuan swakelola ini diduga kuat tidak sesuai spesifikasi serta menyalahi prosedur pelaksanaan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim media dan lembaga di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan pada proses pembangunan. Pihak sekolah terkesan tidak transparan, baik dari unsur guru maupun P2SP, sehingga menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas serta akuntabilitas proyek tersebut.

Meski seharusnya revitalisasi dilakukan dengan sistem swakelola, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan justru diserahkan kepada rekanan/pemborong, yang jelas bertentangan dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Temuan ini terjadi pada Selasa, (26/11/2025).

Salah satu pihak sekolah berdalih bahwa pekerjaan telah berjalan sesuai aturan karena adanya pengawasan dari pihak terkait.

“Kami sudah koordinasi dengan pengawas. Jika ada temuan dari LSM atau media, silakan, tidak masalah bila ingin melaporkan,” ujarnya singkat.

Perwakilan dari Lembaga Aliansi A mengungkapkan sejumlah dugaan pelanggaran teknis:

Bak kontrol buat plafon” atau lebih tepatnya manhole plafon adalah lubang akses pada plafon yang berfungsi untuk memudahkan perawatan atau perbaikan instalasi di atasnya, seperti kabel listrik, AC, atau pipa. Manhole plafon terdiri dari bingkai dan penutup yang dibuat dari material seperti gypsum, PVC, atau GRC dan dirancang agar bisa menyatu dengan tampilan plafon.

Perencanaan dan pengawasan yang di anggarkan tidak maksimal dalam tugasnya seakan-akan makan gaji buta.

“Temuan ini sangat jelas menunjukkan indikasi penyimpangan. Kami bersama tim media dan lembaga akan menindaklanjuti dan berencana melaporkannya kepada BPK serta Kejaksaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan.

“Ini uang rakyat. Tidak boleh dikelola sembarangan apalagi sampai tidak tepat sasaran. Semua bersumber dari pajak masyarakat, jadi wajib transparan dan sesuai aturan,” ujarnya.

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik, mengingat proyek revitalisasi sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang seharusnya dibangun dengan standar keamanan, mutu, dan akuntabilitas tinggi. Masyarakat menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini.

Tinggalkan Balasan

ACEH BARAT

“Polres Aceh Barat menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan perundungan dan penganiayaan terhadap seorang anak berusia 14 tahun. Kasus ini dipicu dugaan pencurian sepeda yang berujung pada aksi main hakim sendiri. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan, termasuk penanganan khusus terhadap enam tersangka yang masih di bawah umur sesuai ketentuan peradilan anak.”

Jawa Tengah

“H. Halimi, calon petinggi Desa Surodadi nomor urut 03, tergerak maju dalam pencalonan karena dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan. Ia berharap pelayanan birokrasi pemerintahan desa dapat ditingkatkan, pembangunan infrastruktur yang belum tersentuh bisa menjadi perhatian, serta para petani garam memperoleh dukungan nyata dari pemerintah desa untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan. H. Halimi menegaskan, apabila diberi amanah oleh masyarakat, dirinya berkomitmen menata birokrasi agar pelayanan publik lebih baik, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan warga.”

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”