Scroll untuk baca berita
HeadlinePeristiwa

Mafia Solar Subsidi Terbongkar di Boyolali: SPBU dan Oknum Aparat Diduga Terlibat, Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

1950
×

Mafia Solar Subsidi Terbongkar di Boyolali: SPBU dan Oknum Aparat Diduga Terlibat, Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar

Sebarkan artikel ini
Senen, (25/8/2025) — Barang bukti tandon berisi solar bersubsidi hasil penggerebekan gudang penimbunan di Boyolali. (Dok foto newsbidik.com/red)

NEWS BIDIK, Boyolali – Terbongkarnya gudang penimbunan solar bersubsidi di Kecamatan Penggung, Boyolali, menguak fakta mencengangkan. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan indikasi kuat adanya jaringan mafia solar terorganisir yang melibatkan oknum aparat, SPBU nakal, hingga pemain besar di balik layar.

baca juga

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Gudang milik pria berinisial SG, yang disebut-sebut sebagai anggota Brimob aktif, bersama koordinator lapangan DN, diduga menjadi bagian dari sistem distribusi gelap. Investigasi di lapangan mengungkap bahwa solar bersubsidi disedot dari sejumlah SPBU di wilayah Sragen dan sekitarnya, kemudian dipindahkan ke tandon raksasa di gudang. Senen, (25/8/2025).

baca juga

Presiden Prabowo Saksikan Langsung Semarak Karnaval Bersatu di Monas, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT RI ke-80

Belasan tandon berkapasitas ribuan liter, lengkap dengan selang panjang dan mesin penyedot, ditemukan sebagai barang bukti. Dari sinilah solar bersubsidi yang seharusnya untuk masyarakat, justru dialirkan ke pasar gelap dengan harga lebih tinggi.

Seorang sumber terpercaya menegaskan, “Ini bukan bisnis kecil-kecilan. Ada perputaran uang miliaran rupiah. SPBU dapat bagian, mafia meraup untung, sementara aparat diduga ikut melindungi.”

Skema mafia solar ini diduga melibatkan empat lapisan penting:

1. Oknum aparat sebagai pelindung kegiatan ilegal.

2. SPBU nakal yang menjadi pemasok utama solar bersubsidi.

3. Gudang penampungan sebagai pusat distribusi.

4. Jaringan pengecer gelap yang menyalurkan solar ke industri dan transportasi besar.

baca juga 

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan

Pertanyaan besar kini muncul: mengapa praktik sebesar ini bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum? Apakah benar ada pembiaran dari aparat setempat, atau justru perlindungan dari level lebih tinggi?

Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi secara tegas melarang penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pasal 55 UU tersebut mengancam pelaku dengan pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

baca juga

SPBU 44.573.03 Diduga Jadi Sarang Mafia Solar: Penyaluran BBM Subsidi Dikorupsi di Boyolali

Kini sorotan publik tertuju pada Polres Boyolali, Polda Jawa Tengah, dan BPH Migas. Apakah mereka berani membongkar jaringan mafia solar hingga ke aktor utama, atau kasus ini hanya akan menjadi puncak gunung es yang perlahan ditenggelamkan demi melindungi kepentingan tertentu?

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Diduga kuat pengusaha pemborong besi tua di PKS PT Sofindo Seunagan menggunakan tabung Elpiji 3 kg bersubsidi untuk kegiatan pemotongan besi tua. Penggunaan yang dilakukan hampir setiap malam dan telah berlangsung hampir sepekan ini dinilai menyalahi aturan perundang-undangan. Masyarakat mendesak APH segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan LPG subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bukan untuk kepentingan bisnis pengusaha.”

Nasional

“Kepemimpinan terpusat Presiden dalam operasi terpadu penanganan banjir Sumatera dinilai menjadi faktor penentu stabilitas nasional. Dengan penyatuan komando antara TNI tiga matra, Basarnas, BNPB, Polri, dan pemerintah daerah, respons kemanusiaan berjalan lebih cepat, terarah, dan bebas dari tumpang tindih kewenangan. Pendekatan ini sekaligus memastikan tidak ada celah intervensi pihak asing dalam operasi yang bersifat sensitif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim yang stabil di kawasan.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Hukum & Kriminal

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan kuat penyimpangan pada proyek revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dengan mekanisme swakelola justru dikerjakan oleh pihak rekanan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi, mutu, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Lembaga dan tim media berencana membawa temuan ini ke BPK serta Kejaksaan untuk memastikan ada penegakan hukum yang tegas.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb