Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Wabup Nagan Raya Tinjau Kesiapan Perayaan HUT ke-23 Kabupaten Nagan Raya

1088
×

Wabup Nagan Raya Tinjau Kesiapan Perayaan HUT ke-23 Kabupaten Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, didampingi Sekda Ir. H. Ardimartha dan sejumlah pejabat meninjau kesiapan Alun-alun Suka Makmue, lokasi utama perayaan HUT ke-23 Kabupaten Nagan Raya, Jumat (18/7/2025). Dok. foto: Newsbidik.com/ZAHARA, Z

NEWSBIDIK,//Suka Makmue – Wakil Bupati (Wabup) Nagan Raya Provinsi Aceh, Raja Sayang, meninjau secara langsung kesiapan Alun-alun Suka Makmue yang akan menjadi lokasi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Nagan Raya.

 

Dalam peninjauan pada Jumat, (18/7/2025).tersebut, Wabup Raja Sayang didampingi oleh Sekretaris Daerah Ir. H. Ardimartha serta sejumlah kepala perangkat daerah serta pejabat lainnya.

 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana menjelang pembukaan rangkaian kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Nagan Raya.

 

Selain meninjau panggung utama dan area kegiatan, Wabup juga memeriksa stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan memasarkan berbagai produk lokal, serta stan milik Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Nagan Raya.

 

“Tadi kita cek lokasi, mulai dari tenda stan untuk UMKM dan SKPK, panggung utama, hingga persiapan lainnya. Alhamdulillah semuanya hampir rampung,” ujar Wabup Raja Sayang.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses persiapan harus diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, sebelum pembukaan resmi perayaan HUT Kabupaten Nagan Raya.

 

Wabup juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan tugas serta tanggung jawab masing-masing SKPK agar kegiatan berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

 

“Perayaan ini merupakan momentum penting bagi masyarakat Nagan Raya. Karena itu, saya minta semua pihak bekerja sesuai perannya agar pelaksanaan HUT ke-23 dapat berlangsung sukses, tertib, dan meriah,” tegasnya.

 

Sebagai informasi, perayaan HUT ke-23 Kabupaten Nagan Raya akan berlangsung mulai 20 hingga 22 Juli 2025 yang akan diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya jalan sehat, demo masak kuliner tradisi Nagan Raya, pameran UMKM, pentas seni budaya, aneka lomba anak dan umum, dakwah Islamiah, pengobatan massal dan operasi katarak.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”