Scroll untuk baca berita
DaerahJeparaPeristiwa

FWPB Bangsri: Gerak Cepat Bantu Warga, Soroti Ketertutupan Pemerintahan Desa

508
×

FWPB Bangsri: Gerak Cepat Bantu Warga, Soroti Ketertutupan Pemerintahan Desa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Kabupaten.-Jepara, Forum Warga Peduli Bangsri (FWPB) (forum warga peduli bangsri )terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Desa Bangsri, Kabupaten Jepara. Forum ini hadir sebagai mitra sosial yang tanggap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, termasuk saat ada warga yang sakit maupun meninggal dunia.

Kehadiran FWPB dinilai membawa angin segar bagi kemajuan dan kesejahteraan warga. Salah satu bentuk kepedulian mereka terlihat ketika anggota forum turun langsung mengunjungi keluarga almarhumah Ibu Sumartiani (Nanik Santoso), warga RT 01 RW 07 Bangsri, yang meninggal dunia dan akan dimakamkan di Maqbaroh Slentreng Cobaan, pukul 13.00 WIB.

“FWPB tidak hanya bergerak ketika ada masalah besar. Saat ada warga mengalami musibah atau duka, kami hadir. Minimal kami bisa memberikan semangat dan hiburan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar A, salah satu warga sekaligus anggota FWPB. Rabu (16/4/2025).

Namun, di balik aksi sosialnya, FWPB juga menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan kepala desa setempat. Mereka menilai ada sikap arogansi dan ketertutupan dalam pengelolaan keuangan desa, seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan laporan pertanggungjawaban (SPJ).

“FWPB tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang arogan, semena-mena, dan merugikan warganya. Transparansi adalah hak masyarakat,” lanjut A.

FWPB menyatakan komitmennya untuk terus membela kebenaran, meskipun langkah-langkah mereka tidak disukai oleh sebagian pihak, termasuk Kepala Desa yang saat ini menjabat. Forum ini bahkan berani mengungkap dugaan penyelewengan dan ketidaktransparanan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Masyarakat sudah muak dengan gaya kepemimpinan yang tidak terbuka. Setiap ditanya soal laporan keuangan, jawabannya selalu berputar-putar. Padahal, sebagai pemimpin, keterbukaan kepada warga itu penting,” tutup A.

Keberadaan FWPB diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, bahwa masyarakat bisa bersatu dan bergerak untuk menjaga hak serta kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

ACEH BARAT DAYA

Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida (NaCN) dan merkuri dalam tambang emas rakyat di Aceh Barat Daya bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merusak masa depan generasi bangsa,” tegas Tim Liputan Khusus Aceh, Minggu (25/01/2026).

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Daerah

Proyek revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo dengan nilai anggaran hampir Rp800 juta hingga kini belum rampung meski telah melewati batas waktu pelaksanaan. Selain keterlambatan, tim aliansi dan media juga menemukan pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan alat pelindung diri, yang berpotensi melanggar aturan keselamatan kerja,” ujar tim investigasi aliansi kepada NEWS BIDIK, Jumat (26/12/2025).