Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Dilema: Kabupaten Nagan Raya Krisis Kebijakan Antara Keberlanjutan Lingkungan dan Pertubuhan Sosial Ekonomi Masyarakat

3989
×

Dilema: Kabupaten Nagan Raya Krisis Kebijakan Antara Keberlanjutan Lingkungan dan Pertubuhan Sosial Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Aceh. ‎Nagan raya Pengamat lingkungan dan Sosial Ekonomi Ibnu Hakim, S.P, M.P mengrilis analisa Ilmiah terkait Dilema Keberlanjutan Lingkungan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi dikalangan masyarakat tambang emas di Daerah tersebut ( Senin 9/2/2026 )

‎Nagan Raya sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Aceh pada sub bidang perkebunan kelapa sawit dan tambang emas masyarakat , telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam beberapa periode terakhir. Namun, kemajuan ini tidak timbul tanpa konsekuensi. Pengelolaan hasil alam yang cepat telah memberikan degradasi pada lingkungan, menimbulkan pertanyaan krusia, Apakah Pemkab Mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan ?

‎Pemerintah harus menjawab pertanyaan ini dengan menyelidiki hubungan kompleks antara teknologi lingkungan, keuangan hijau, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan di ruang lingkup.

‎Ibnu hakim Juga menegaskan yang menjadi Landasan Roda pertumbuhan ekonomi  yang pesat di Nagan Raya . secara bertahap telah mengubah kendali manusia dan penaklukan alam menjadi degradasi alam.  Dalam beberapa periode terakhir, Nagan Raya telah mengalami kemajuan ekonomi dan sosial yang pesat dibidang tambang  emasmasyarakat. Namun pada saat pesatnya pertumbuhan ini, kondisi ekologi Nagan Raya telah mengalami degradasi, akibatnya, saat ini Pemerintah Nagan Raya berada di bawah tekanan Regulasi  yang membuat pemkab Nagan Raya Sulit mengambil keputusan untuk mengresmikan tambang masyarakat tersebut Namun disisi lain .

Pemkab Nagan Raya harus berkomitmen segera mengambil keputusan yang bijaksana tanpa mengorbankan pendapatan masyarakat karna visi Nagan Raya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Salah satu hal yang  menarik  menurut Ibnu Hakim dari  analisa ini adalah bahwa teknologi lingkungan berkelanjutan (ETECH) memiliki dampak positif terhadap lingkungan dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, dampaknya tidak signifikan. Hal ini disebabkan oleh efek rebound, di mana peningkatan efisiensi energi dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi secara keseluruhan. Selain itu, teknologi baru seringkali menimbulkan tantangan lingkungan baru, seperti konflik penggunaan lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati.

‎Analisa  ini juga menyoroti dampak negatif dari ekspansi ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam terhadap keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Nagan Raya. Pertumbuhan ekonomi yang pesat seringkali disertai dengan peningkatan eksploitasi sumber daya alam.

‎Temuan ini Ibnu Hakim megatakan menimbulkan dilema kebijakan yang signifikan bagi Pemerintah Nagan Raya. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Di sisi lain, pertumbuhan yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, Pemkab Nagan raya perlu mencari cara untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan karena pertumbuhan ekonomi masyarakatdi tambang emas sangat fantastis berdasarkan analisa aktual perputaran pendapatan masyarakat dalam triwulan terakhir sama  dengan setahun APBK Nagan Raya.

‎Berdasarkan Analisa ini, jelas bahwa keberlanjutan lingkungan memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Teknologi bersih, keuangan hijau, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan semuanya memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ini. Pemerintah, sektor swasta, dan stakeholder lainnya harus bersinergi tanpa mengedepankan ego sektoral.

Tinggalkan Balasan