Scroll untuk baca berita
NasionalSejarah

Sunda dalam Perspektif Geografi: Lebih dari Sekadar Suku, Sebuah Peradaban Tua yang Menyatu

356
×

Sunda dalam Perspektif Geografi: Lebih dari Sekadar Suku, Sebuah Peradaban Tua yang Menyatu

Sebarkan artikel ini
Minggu, (7/9/2025). Dok. Ilustrator newsbidik.com/Browibowo

NEWS BIDIK –SEJARAH.Istilah Paparan Sunda mungkin masih melekat dalam ingatan banyak orang dari pelajaran geografi di sekolah. Istilah ini merujuk pada sebuah daratan purba yang pernah menyatukan wilayah luas di Asia Tenggara, jauh sebelum kepulauan Indonesia terbentuk seperti sekarang.

Daratan besar itu mencakup Sumatera, Semenanjung Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Pulau Jawa, Kalimantan, hingga sebagian Filipina. Kawasan ini dikenal dengan nama Sundaland atau Great Sunda Islands (Kepulauan Sunda Besar). Namun, akibat aktivitas geologi masa lampau-seperti gempa bumi, letusan gunung, hingga naik-turunnya permukaan laut-daratan itu terpisah menjadi pulau-pulau seperti yang kita kenal sekarang.

Selain Sunda Besar, juga terdapat wilayah Sunda Kecil (Lesser Sunda Islands) yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan pada awal kemerdekaan, Indonesia pernah memiliki provinsi bernama Provinsi Sunda Kecil dengan ibu kota di Singaraja, Bali.

Hingga kini, dalam literatur dan peta internasional seperti Google Maps, istilah Greater Sunda Islands dan Lesser Sunda Islands masih dipakai untuk merujuk pada kawasan geografis tersebut.

Sunda Bukan Sekadar Suku

Bagi sebagian masyarakat Sunda, pengetahuan ini memperluas makna “Sunda”. Sunda bukan hanya nama etnis, melainkan juga filosofi tua yang meliputi wilayah luas sebagaimana peta masa lalu. Dalam pandangan itu, semua manusia adalah saudara dan bagian dari satu kesatuan besar.

Sejarah juga mencatat, Sunda tidak pernah dikenal sebagai kekuatan yang berambisi menyerang, menginvasi, atau menaklukkan suku lain. Karakter itu diwariskan hingga kini, ketika Jawa Barat—sebagai pusat utama masyarakat Sunda—menjadi rumah bagi berbagai etnis dari seluruh Nusantara.

Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat kini berdiri sebagai provinsi yang terbuka. Ia bukan hanya tanah kelahiran orang Sunda, melainkan juga tempat ribuan orang dari berbagai suku datang untuk bersekolah, menuntut ilmu, bekerja, dan mencari kehidupan.

Minggu, (7/9/2025)

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”