Scroll untuk baca berita
JakartaNasionalPARLREMEN

Petani Geruduk Senayan, DPR hingga 4 Menteri Sepakat Bentuk Pansus Reforma Agraria

2079
×

Petani Geruduk Senayan, DPR hingga 4 Menteri Sepakat Bentuk Pansus Reforma Agraria

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, JAKARTA – Ribuan petani dari berbagai daerah, termasuk Pangandaran, mengepung kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/9/2025). Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ini menyoroti krisis agraria dan menegaskan bahwa kedaulatan pangan tak mungkin tercapai tanpa reforma agraria sejati.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Dengan terik matahari yang menyengat, massa aksi kompak meneriakkan yel-yel dan mengusung tema besar: “Tidak Ada Kedaulatan Pangan Tanpa Reforma Agraria Sejati, Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Perampas Tanah!”

Pertemuan Panas dengan DPR, KSP, dan 4 Menteri

Perwakilan petani akhirnya diterima langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara. Tak tanggung-tanggung, mereka duduk satu meja dengan pihak DPR, Kantor Staf Presiden (KSP), hingga empat menteri kabinet Prabowo Subianto.

Meski berlangsung panas, dialog tersebut menghasilkan tiga kesepakatan penting yang menjadi titik terang perjuangan kaum tani:

1. Membentuk Lembaga Reforma Agraria (RA) sebagai wadah percepatan penyelesaian masalah tanah.

2. Menyusun peta terpadu lintas kementerian dan lembaga, untuk menghapus tumpang tindih lahan yang kerap memicu konflik.

3. DPR sepakat membentuk Panitia Khusus (Pansus) konflik agraria sebagai langkah konkret penyelesaian kasus yang membelit rakyat kecil.

baca juga

Edy Wuryanto Ajak Masyarakat Prioritaskan Obat dan Alkes Buatan Lokal

Suara dari Akar Rumput

Arif Budiman, Dewan Syuro Serikat Petani Pasundan (SPP) asal Pangandaran yang hadir dalam aksi, menegaskan bahwa perjuangan ini jauh dari sekadar seremoni tahunan.

“Kami datang jauh-jauh ke Senayan untuk memastikan suara petani benar-benar didengar. Reforma agraria sejati adalah harga mati. Tanpa itu, jangan bicara kedaulatan pangan,” ujarnya lewat pesan singkat.

Ia menambahkan, perjuangan panjang petani tidak akan berhenti sampai pemerintah benar-benar membuktikan janji yang diucapkan di hadapan publik.

baca juga

Edy Wuryanto: Pengawasan Dapur MBG Lemah, Fokus Terlalu pada Kuantitas.

Senayan Berguncang

Aksi damai yang dimulai sejak pagi hingga sore itu dipenuhi orasi berapi-api, aksi teatrikal perampasan tanah, hingga penampilan seni perlawanan. Kehadiran massa membuat suasana Senayan bergetar, menandai bahwa suara petani dari desa-desa kembali menggema hingga pusat kekuasaan negara.

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.