Scroll untuk baca berita
NasionalPendidikan

Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Sasar 53,8 Juta Siswa

552
×

Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Sasar 53,8 Juta Siswa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK, Jakarta,Pemerintah terus mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dengan memperluas jangkauan ke lingkungan pendidikan melalui peluncuran CKG Sekolah. Program ini resmi dimulai pada Senin (4/8/2025)), dengan menyasar 53,8 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk Madrasah, Pesantren, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB)

Baca Juga 

Diduga Kepala Desa Blang Bintang Tidak Transparan Pengunaan Dana Desa . Pekerjaan Fiktif, Asal Bapak Senang

Lebih lanjut, Budi menekan kan.pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa sebagai bagian dari CKG Sekolah. Menurutnya, deteksi dini gangguan mental pada anak-anak selama ini masih belum optimal.

“Kita mulai mengukur tingkat kecemasan dan depresi agar bisa segera ditindaklanjuti sejak dini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa CKG Sekolah menyasar anak-anak usia 7 hingga 17 tahun. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa.

Baca Juga 

Diduga Proyek Irigasi Jeuram Tak Transparan, Puluhan Petani Kuala Nagan Raya Tuntut Kepastian

“Pemeriksaan ini kami sesuaikan dengan permasalahan kesehatan anak yang paling umum serta beban penyakit yang besar di masyarakat,” kata Maria.

Jenis Pemeriksaan CKG Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan

1. SD/Sederajat (7–12 tahun):

Status gizi

Merokok (kelas 5–6)

Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)

Tekanan darah

Gula darah

Tuberkulosis

Pemeriksaan telinga dan mata

Pemeriksaan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B

Kesehatan reproduksi (kelas 4–6)

Riwayat imunisasi (kelas 1)

2. SMP/Sederajat (13–15 tahun):

Status gizi

Merokok

Tingkat aktivitas fisik

Tekanan darah

Gula darah (kelas 7)

Tuberkulosis

Talasemia

Anemia (kelas 7)

Telinga, mata, dan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B dan C

Kesehatan reproduksi

Imunisasi HPV (kelas 9, khusus putri)

3. SMA/Sederajat (16–17 tahun):

Status gizi

Merokok

Tingkat aktivitas fisik

Tekanan darah

Gula darah

Tuberkulosis

Talasemia

Anemia (kelas 10 putri)

Telinga, mata, dan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B dan C

Kesehatan reproduksi

Program CKG Sekolah menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak usia sekolah, sekaligus menjadi upaya preventif terhadap potensi masalah kesehatan jangka panjang di masa depan.,(UN – Kemensetneg)

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”