Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYA

Irigasi Mengering, Ratusan Petani Padi di Nagan Raya Terancam Gagal Panen

477
×

Irigasi Mengering, Ratusan Petani Padi di Nagan Raya Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

Petani Harap Pemerintah dan Dinas Terkait Segera Bertindak Petani Harap Pemerintah dan Dinas Terkait Segera Bertindak

NEWS BIDIK, Nagan Raya – Ratusan petani padi di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, mengeluhkan kekeringan yang melanda saluran irigasi dalam beberapa minggu terakhir. Akibatnya, puluhan hektare sawah terancam gagal panen. Para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan memberikan solusi. Kamis, (31/7/2025).

Zulkifli, yang akrab disapa HOP selaku Keujrun Blang Kuala, menyampaikan keprihatinannya saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di kawasan persawahan Desa Alue Ie Mameh. Ia menegaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama berminggu-minggu, namun belum ada langkah nyata dari pemerintah.

“Kami minta dinas terkait jangan tinggal diam. Air adalah kebutuhan utama petani. Kalau ini terus dibiarkan, dampaknya bisa sangat merugikan para petani kita,” ujar Zulkifli kepada media ini.

Zulkifli baru saja menghadiri Sidang Komisi Irigasi Aceh dalam rangka “Penyusunan Rencana Pola Tanam Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh Tahun 2025/2026” yang berlangsung di Banda Aceh pada 29–30 Juli 2025. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret atas hasil sidang tersebut.

Saat awak media mengunjungi lokasi, tampak lahan pertanian mulai retak-retak dan tanaman padi menguning akibat kekeringan. Petani setempat mengaku pasrah dan berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya maupun Komisi Irigasi Aceh.

“Kalau tidak ada pasokan air dalam waktu dekat, bisa jadi kami gagal panen. Ini bukan hanya soal kerugian ekonomi, tapi juga menyangkut keberlangsungan hidup keluarga kami,” ujar seorang petani di lokasi.

Warga dan para petani mendesak agar Pemkab Nagan Raya dan dinas teknis seperti Dinas PUPR, Dinas Pertanian, serta pihak Balai Wilayah Sungai segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem distribusi air.

Aceh

“Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying BBM. Ia menegaskan stok BBM di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, dipastikan aman dan mencukupi sesuai kebutuhan masyarakat. Polres Nagan Raya juga akan menindak tegas praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”
Sabtu, (7/3/2026).
Dok: Humas Polres Nagan Raya

Aceh

“Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga tersangka beserta 42 gram sabu berhasil diamankan. Kami mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya mewakili Kap

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Aceh

“Dugaan pembalakan liar di kawasan Hutan Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa penindakan tegas. Aktivitas penebangan kayu diduga dilakukan tanpa izin resmi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPH Wilayah IV Aceh segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kelestarian lingkungan.”