Scroll untuk baca berita
BantenNasional

FWJ Indonesia Rayakan HUT ke-6, Perkuat Peran Jurnalis dalam Demokrasi dan Pembangunan

2133
×

FWJ Indonesia Rayakan HUT ke-6, Perkuat Peran Jurnalis dalam Demokrasi dan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya (Opan), bersama jajaran pengurus dan perwakilan daerah FWJ Indonesia berfoto bersama dalam perayaan HUT ke-6 di Pesona Krakatau Anyer, Banten – Senin, 28 Juli 2025.

NEWSBIDIK, -BANTEN -Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-6 di Pesona Krakatau, Anyer, Banten, pada Senin (28/7/2025). Perayaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran jurnalis dalam mendukung demokrasi serta pembangunan nasional.

Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang akrab disapa Opan, menyatakan bahwa ulang tahun ke-6 ini menjadi catatan penting dalam mendorong sinergi antara jurnalis dan pemerintah menuju Indonesia Emas. Ia menekankan pentingnya kontrol publik terhadap tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari pilar demokrasi.

“Hari jadi ini adalah momen untuk memperkuat sinergitas organisasi dengan pemerintah. Kami hadir untuk membentuk karakter jurnalis yang cerdas, bermartabat, dan tetap menjalankan fungsinya dengan baik,” ujar Opan dalam sambutannya.

Sebagai organisasi nasional yang menaungi sekitar 5.000 anggota dari berbagai provinsi, kota, dan kabupaten, FWJ Indonesia terus mendorong peran jurnalis sebagai ruang komunikasi aktif dan kontributif terhadap pembangunan bangsa.

Opan juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh perwakilan FWJ dari berbagai daerah yang hadir, termasuk jajaran Dewan Pembina seperti Puguh Kribo, DPP, serta DPD dari Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bangka Belitung, hingga Jawa Timur.

Ketua Panitia HUT ke-6, Febi Chris Sandi, menyebut pemilihan lokasi acara di Pesona Krakatau Anyer dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dan rekomendasi dari Ketua DPD FWJ Banten, Robby Liu.

“Dari lima lokasi yang disurvei, akhirnya kami sepakat memilih Anyer. Persiapan selama dua bulan dilakukan dengan penuh koordinasi lintas pihak. Meski belum sempurna, kekompakan panitia dan dukungan DPP membuat acara ini terlaksana dengan baik,” kata Febi.

Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan budaya yang menjadi ciri khas perayaan FWJ Indonesia. Tahun ini, kegiatan dibuka dengan Tari Lilin dari SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Penampilan seni lainnya melibatkan Laskar Trisula Al Bantani Kota Tangerang, Padepokan Manggala Debus Lang Lang Jagat Kota Cilegon, serta penyerahan Surat Keputusan pelaksana tugas untuk Koordinator Wilayah Kabupaten Bogor.

Ketua DPD FWJ Provinsi Banten, Robby Liu, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Banten, Bupati Serang, DPRD Provinsi Banten, Polda Banten, Kodam III/Siliwangi, serta perusahaan swasta seperti PT Icon Global Internasional dan PT Paragon Technology and Innovation (Paragon Corp).

“Dukungan dari seluruh stakeholder sangat berarti bagi kesuksesan kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh keluarga besar FWJ Indonesia yang terus menjaga semangat kebersamaan,” pungkas Robby.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”