Scroll untuk baca berita
JakartaNasional

Prabowo dan Anwar Ibrahim Tegaskan Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Persahabatan di Jakarta

377
×

Prabowo dan Anwar Ibrahim Tegaskan Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Persahabatan di Jakarta

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Jakarta .Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025). Pertemuan kedua pemimpin negara serumpun ini berlangsung dalam suasana hangat, mencerminkan kedekatan personal sekaligus mempertegas komitmen strategis antara Indonesia dan Malaysia.

Dalam konferensi pers bersama usai pertemuan, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia atas kedatangan PM Anwar, yang disebutnya sebagai sahabat lama sekaligus mitra penting dalam membangun kerja sama bilateral.

“Saya sangat gembira dapat menyambut Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Beliau bukan hanya sahabat saya pribadi, tetapi juga sahabat rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, kunjungan ini memiliki makna yang mendalam, tidak hanya secara personal, tetapi juga sebagai simbol eratnya hubungan kedua negara. Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju pertemuan tahunan bilateral yang akan dilaksanakan pada Juli 2025.

“Kita akan mengadakan pertemuan tahunan bulan depan. Kunjungan hari ini menjadi langkah awal untuk membahas dan menyelesaikan berbagai isu teknis sebelum pertemuan tersebut digelar,” jelas Prabowo.

Di sisi lain, PM Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Presiden Prabowo. Ia menyebut kunjungan ini pada awalnya bersifat informal, namun tetap dimanfaatkan untuk berdiskusi secara serius mengenai isu-isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.

“Terima kasih atas sambutan luar biasa. Ini sebenarnya kunjungan kerja yang tidak resmi, untuk berbincang isu-isu semasa secara dua hala, menjelang pertemuan yang lebih formal akhir bulan nanti,” ujar PM Anwar.

PM Anwar juga menekankan bahwa hubungan pribadinya dengan Presiden Prabowo telah terjalin selama hampir setengah abad. Kedekatan itu, menurutnya, menjadi fondasi kuat dalam mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

“Hubungan saya dengan Saudara Prabowo sudah berlangsung puluhan tahun. Silaturahmi ini menjadi landasan penting dalam membina hubungan yang harmonis antara kedua negara,” tuturnya.

Pertemuan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia dan Malaysia siap melangkah lebih jauh sebagai mitra strategis, memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, hingga isu-isu kawasan dan global. (BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”