Scroll untuk baca berita
DaerahJawa Tengah

Panen Raya Jagung di Semarang: Perhutani KPH, Kapolres, dan Forkopimda Bersinergi Dukung Ketahanan Pangan Nasional

625
×

Panen Raya Jagung di Semarang: Perhutani KPH, Kapolres, dan Forkopimda Bersinergi Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//SEMARANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digaungkan di Kabupaten Semarang. Kali ini, sinergi antara Perum Perhutani KPH Semarang, Polres Semarang, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang diwujudkan melalui kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II yang digelar di lahan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Kelurahan Ngobo, Kecamatan Bergas, pada Senin (2/6/2025).

Acara panen raya ini dihadiri oleh Wakil Administratur/KS Perum Perhutani KPH Semarang, Julie Irahadi Sapta Putra, S.E., bersama jajaran, serta unsur Forkopimda lainnya seperti Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Dra. Hj. Nur Arifah, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes, Kajari Ismail Fahmi, Ketua PN Golom Silitonga, dan Ketua PA Muh Irfan Husaeni.

Dari unsur Perhutani turut hadir Asper/BKPH Tempuran Mujiono, para mantri, dan mandor. Sementara dari PTPN I Region 3 Kebun Ngobo, Dolog, para Kapolsek di wilayah hukum Polres Semarang, dan Kelompok Tani Hutan Pluwang juga ikut ambil bagian.

Dalam sambutannya, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menekankan bahwa Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

“Polri mendukung penuh upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan. Panen raya ini adalah bukti nyata komitmen kami, di mana Polres Semarang menjadi pelopor penanaman jagung di wilayah ini,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara PT Perkebunan Nusantara IX dan Pemkab Semarang dalam mendukung program dari masa tanam hingga panen. Ia menambahkan bahwa Polri kini turut berperan aktif melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Para bintara ini telah mengimplementasikan keahliannya, termasuk dalam pembuatan pupuk yang digunakan di lahan jagung ini,” tambahnya.

Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dalam sambutannya juga memberikan apresiasi atas pendampingan dari Polres Semarang yang dinilai berhasil meningkatkan produksi jagung lokal.

“Hasil panen ini sangat membantu masyarakat, khususnya di wilayah Ngobo. Dari total luas lahan jagung sekitar 12.000 hektar, Kabupaten Semarang mampu menghasilkan 69.000 ton, jauh melebihi kebutuhan lokal sebesar 22.000 ton. Artinya kita mengalami surplus 44.000 ton,” jelasnya.

Sebagai kelanjutan program, Kapolres Semarang telah menyiapkan benih jagung unggulan Serasi 38 untuk disebarkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan panen ditandai dengan aksi simbolis para pimpinan Forkopimda, kelompok tani, dan tamu undangan. Dari total lahan 6 hektar yang ditanami, sekitar 5,5 hektar berhasil dipanen dengan produktivitas rata-rata 3,3 ton per hektar, menghasilkan lebih dari 18 ton jagung. Adapun bibit yang digunakan terdiri dari tiga varietas: Twin, Maxisi, dan Bhayangkara.

Wakil Administratur Perhutani KPH Semarang, Julie Irahadi Sapta Putra, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif jajaran Polres Semarang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Polres Semarang menunjukkan bahwa keamanan dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan. Ini merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” tuturnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk implementasi program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas nasional.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”