Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

YLBH AKA Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Sengketa Tapal Batas Nagan Raya dan Aceh Barat

677
×

YLBH AKA Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Sengketa Tapal Batas Nagan Raya dan Aceh Barat

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Suka Makmue – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA) Nagan Raya, Muhammad Dustur, S.H., M.Kn., menyoroti serius persoalan tapal batas antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat yang hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh.

Menurut Dustur, meskipun pemekaran wilayah telah berlangsung, masih terdapat sejumlah titik batas wilayah yang belum dirapikan dan ditetapkan secara final. Ia menilai, kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus tanpa penyelesaian yang jelas.

“Pemerintah Aceh tidak bisa terus-menerus bungkam. Mereka punya tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Dustur. Ia merujuk kepada Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah, khususnya Pasal 21 ayat (2) yang menyatakan bahwa penyelesaian perselisihan batas antar kabupaten/kota dalam satu provinsi menjadi kewenangan gubernur.

Lebih lanjut, Dustur menambahkan, sesuai Pasal 22 Permendagri tersebut, Gubernur wajib memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan mengundang Bupati atau Wali Kota yang berselisih untuk duduk bersama mencari solusi.

“Persoalan tapal batas ini harus segera diselesaikan untuk mencegah munculnya konflik kepentingan di kemudian hari,” imbuhnya.

Selain mengacu pada Permendagri, Dustur juga menekankan bahwa Pemerintah Aceh wajib berpegang pada Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Ia menilai, pengabaian terhadap masalah tapal batas dapat berdampak pada ketidakpastian wilayah administrasi, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kegiatan investasi.

“Semestinya Pemerintah Aceh sudah menuntaskan seluruh persoalan tapal batas kabupaten/kota. Dengan begitu, energi pemerintah daerah bisa difokuskan untuk peningkatan PAD dan menarik investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Aceh,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dustur menyindir kondisi pemerintahan Aceh saat ini yang dinilainya hanya berganti ‘jubah baru’ namun masih memelihara persoalan lama.

“Pemerintah Aceh hari ini tak ubahnya seperti berjubah baru dengan persoalan lama (but-but set),” tutup Direktur YLBH AKA Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).