Scroll untuk baca berita
HeadlineNEWS-BIDIK NAGANRAYA

(3T)Desa Kuala Seumayam Butuh Perhatian Serius: Potensi SDA Melimpah, Tapi Masih Tertinggal

543
×

(3T)Desa Kuala Seumayam Butuh Perhatian Serius: Potensi SDA Melimpah, Tapi Masih Tertinggal

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK||Nagan Raya, — Desa Kuala Seumayam, yang terletak di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hingga kini masih tergolong sebagai desa terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Desa ini berada di tapal batas antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dan dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang belum tergarap.

secara optimal.Minggu (6/4/2025).

Tokoh masyarakat sekaligus Kepala Desa Kuala Seumayam, M. Nasir, menyuarakan harapan besar kepada pemerintah pusat dan daerah agar memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di wilayahnya. Salah satu yang diusulkannya adalah program transmigrasi nelayan ke desa tersebut, yang diyakini dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan jumlah penduduk serta perbaikan infrastruktur dasar.

“Desa kami sangat tertinggal. Kami memohon agar program transmigrasi dapat diarahkan ke Kuala Seumayam. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perbaikan infrastruktur seperti akses jalan, kami yakin perekonomian masyarakat akan tumbuh,” ujar M. Nasir.

Ia menambahkan, meskipun Kuala Seumayam merupakan salah satu desa tertua di kawasan tersebut, namun hingga kini belum tersentuh oleh investasi maupun program pembangunan signifikan dari pemerintah. “Sudah puluhan tahun kami tertinggal. Harapan kami agar ada kajian serius terhadap potensi sumber daya alam di sini,” ungkapnya.

M. Nasir juga menyoroti keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membentang di wilayah desanya, yang menjadi batas alam antara Nagan Raya dan Abdya. Menurutnya, kawasan ini sangat potensial untuk dibangun pelabuhan bagi nelayan serta Tempat Pemasaran Ikan (TPI) yang dapat mendongkrak sektor perikanan dan kelautan lokal.

“Kawasan ini sangat strategis. Pemandangan pantainya juga indah dan layak dijadikan destinasi wisata. Dengan adanya pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya, kami yakin desa ini bisa berkembang pesat,” lanjutnya.

Masyarakat Kuala Seumayam juga menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, termasuk mendukung para investor yang berminat menanamkan modal di wilayah tersebut. M. Nasir berharap pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, tidak hanya menjadikan program pembangunan sebagai formalitas, tetapi benar-benar hadir untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin bangkit. Kami ingin ikut berinovasi untuk mewujudkan cita-cita pembangunan desa. UMKM dan ekonomi lokal harus menjadi prioritas demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Penarikan satu unit mobil oleh debt collector SMS Finance diduga dilakukan tanpa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Modus yang digunakan dengan menyebut kendaraan dititipkan di Polsek Tadu Raya ternyata tidak terbukti, karena pihak Polsek menegaskan tidak pernah menerima titipan kendaraan dari pihak mana pun,” tegas sumber kepada media.

Aceh

Penggeledahan Kantor Pertanahan Nagan Raya oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Nagan Raya mengungkap dugaan manipulasi penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas lahan eks HGU PT Usaha Semesta Jaya seluas 1.418,5 hektare. Lahan yang seharusnya kembali menjadi tanah negara itu justru diterbitkan atas nama keluarga pemilik perusahaan dan oknum petugas ukur dengan dasar SPORADIK yang diduga tidak sah. Penyidik menyita sejumlah dokumen penting, termasuk buku tanah dan warkah, untuk memperkuat dugaan penyalahgunaan kewenangan dan tindak pidana korupsi.”

Aceh

“Diduga kuat pengusaha pemborong besi tua di PKS PT Sofindo Seunagan menggunakan tabung Elpiji 3 kg bersubsidi untuk kegiatan pemotongan besi tua. Penggunaan yang dilakukan hampir setiap malam dan telah berlangsung hampir sepekan ini dinilai menyalahi aturan perundang-undangan. Masyarakat mendesak APH segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan LPG subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bukan untuk kepentingan bisnis pengusaha.”

Aceh

Bantuan kemanusiaan tahap kedua dari Pemerintah Pusat kembali tiba di Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya. Ratusan paket logistik seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya langsung didistribusikan ke desa-desa terdampak banjir di Aceh Barat dan Nagan Raya. ‘Kami prioritaskan wilayah yang masih terisolir dan sangat membutuhkan pasokan logistik,’ ujar Babinsa Pos Danramil Kuala Pesisir, Nanang Rusdianto. Pemerintah memastikan suplai bantuan akan terus dikirim hingga kondisi darurat mereda.”