Scroll untuk baca berita
AcehDaerahTNI

TNI AD Renovasi Panti Asuhan di Meulaboh, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Generasi Bangsa

447
×

TNI AD Renovasi Panti Asuhan di Meulaboh, Wujud Nyata Kepedulian terhadap Generasi Bangsa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//ACEH  MEULABOH – Sebagai bentuk komitmen dalam membantu percepatan pembangunan daerah dan mempererat kemanunggalan dengan rakyat, Korem 012/Teuku Umar melalui program Karya Bakti TNI AD melaksanakan renovasi Panti Asuhan Yayasan Darul Huda AL-Waliyah di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (18/4/2025).

Kegiatan Karya Bakti ini merupakan salah satu implementasi dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang rutin digelar oleh TNI AD. Fokus utama kali ini adalah merenovasi fasilitas panti asuhan yang selama ini menjadi tempat tinggal dan belajar bagi 50 anak, terdiri dari 38 anak laki-laki dan 12 anak perempuan, sebagian besar yatim/piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Renovasi difokuskan pada perbaikan sejumlah bagian vital bangunan, seperti kamar tidur, ruang belajar, serta ruang bermain. Selain itu, prajurit juga akan membangun taman, sarana olahraga, serta fasilitas sanitasi yang lebih layak. Sejumlah kebutuhan dasar seperti alat tulis, perlengkapan tidur, hingga bantuan pendataan administrasi seperti pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak panti juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Dengan semangat gotong royong dan keikhlasan, para prajurit Korem 012/TU terjun langsung ke lapangan. Mereka membongkar material lama, seperti kayu dan triplek yang telah lapuk, lalu menggantinya dengan bahan bangunan baru. Semen, papan, cat, asbes, dan seng tampak disusun rapi, siap dipergunakan untuk menyulap bangunan lama menjadi lingkungan yang lebih nyaman dan sehat bagi para penghuni.

Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 012/TU, Mayor Inf Sarasin Celianto, menyebutkan bahwa kegiatan ini telah melalui tahapan survei dan perencanaan matang. “Hari ini kami mulai pelaksanaan renovasi yang ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu. Kami ingin anak-anak ini memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Di tengah kegiatan, kehadiran para prajurit disambut antusias oleh anak-anak panti. Mereka tak hanya bekerja memperbaiki bangunan, namun juga menjalin interaksi, memberikan motivasi, dan membangun semangat bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kepala Panti Asuhan, Tgk. M. Nazir Hasani, tak kuasa menahan haru atas perhatian yang diberikan oleh TNI. “Apa yang dilakukan prajurit Korem 012/TU bukan sekadar renovasi bangunan. Mereka membangun semangat dan harapan anak-anak kami,” ungkapnya.

Program Karya Bakti ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dalam membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan mencintai tanah air.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”