Scroll untuk baca berita
DKI JakartaKesehatanNasional

Presiden Prabowo Tindaklanjuti Laporan Menkes Soal Lonjakan COVID-19 dan Percepatan Pembangunan RS

766
×

Presiden Prabowo Tindaklanjuti Laporan Menkes Soal Lonjakan COVID-19 dan Percepatan Pembangunan RS

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK//JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/6/2025), terkait sejumlah isu strategis bidang kesehatan nasional. Dalam pertemuan tersebut, dibahas lonjakan kasus COVID-19, pembangunan rumah sakit baru, hingga progres layanan cek kesehatan gratis.

Terkait COVID-19, Menkes mengakui adanya peningkatan kasus, namun meminta masyarakat tetap tenang karena varian yang beredar saat ini dinilai tidak mematikan.

“Tapi ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat enggak panik,” kata Budi.

Pembangunan RS Dipercepat, 16 Sudah Groundbreaking

Dalam laporannya, Menkes juga memaparkan percepatan program pembangunan 66 rumah sakit baru yang sebelumnya ditargetkan selesai dalam lima tahun. Kini, target tersebut dipercepat menjadi dua tahun, dengan 32 rumah sakit ditargetkan selesai dibangun pada 2025.

“Tahun ini rencananya 32, tahun depan 34. Dari 32 ini, 16 sudah groundbreaking. Sisanya akan segera menyusul,” ungkapnya.

Presiden Prabowo juga telah menyetujui realokasi anggaran untuk mendukung percepatan tersebut. Menkes menegaskan, tidak ada penambahan dana, hanya perpindahan pos anggaran untuk pelaksanaan program quick win.

7,8 Juta Warga Sudah Ikut Cek Kesehatan Gratis

Program cek kesehatan gratis juga menjadi sorotan utama dalam laporan kepada Presiden. Hingga awal Juni 2025, sebanyak 7,8 juta warga telah memanfaatkan layanan ini. Rata-rata, sekitar 200 ribu orang per hari mengikuti pemeriksaan.

“Per bulan itu antara 5 jutaan orang,” jelas Budi.

Layanan ini akan diperluas ke lingkungan sekolah mulai bulan ini dan bulan depan, dengan target menjangkau hingga 50 juta penduduk.

Melalui program ini, sejumlah masalah kesehatan utama masyarakat mulai teridentifikasi. Di antaranya, cacat jantung bawaan pada bayi, gangguan gigi pada balita, serta hipertensi dan diabetes pada orang dewasa dan lansia.

Penanganan TBC Dipercepat Lewat Skrining Massal

Menkes juga melaporkan kemajuan dalam deteksi dan penanganan penyakit menular tuberkulosis (TBC). Dengan tersedianya alat skrining yang lebih murah dan melimpah, program identifikasi dini bisa diperluas.

“Targetnya satu juta orang bisa teridentifikasi agar pengobatan bisa segera dimulai. Sekarang juga sudah diterapkan rezim pengobatan yang lebih murah,” jelasnya.

Presiden Prabowo dikabarkan memberi dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis ini sebagai bagian dari komitmennya memperkuat sektor kesehatan nasional.(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”