NEWSBIDIK, PANGANDARAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran memperkuat sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai agenda wisata secara rutin dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pada 2027.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menilai kekuatan pariwisata Pangandaran tidak semata-mata terletak pada potensi alam yang dimiliki. Menurutnya, diperlukan strategi promosi dan atraksi wisata yang mampu memberikan alasan bagi wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, serta kembali berkunjung.
Hal itu disampaikan Asep setelah memimpin rapat paripurna DPRD Pangandaran yang membahas penetapan KUA-PPAS Perubahan 2026 sekaligus pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di Ruang Paripurna DPRD Pangandaran, Kamis (13/8/2026).
Asep mengatakan, pengembangan sektor pariwisata harus diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang konkret dan sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMD Kabupaten Pangandaran.
Ia menekankan pentingnya memperkuat konsep event attraction sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi. Agenda wisata yang memiliki daya tarik kuat, menurutnya, dapat menjadi instrumen promosi sekaligus memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata.
Salah satu agenda yang dinilai layak untuk kembali digelar adalah festival layang-layang internasional yang sebelumnya pernah menjadi bagian penting dari identitas pariwisata Pangandaran.
Menurut Asep, festival tersebut memiliki nilai historis dan potensi promosi yang besar apabila dikemas secara profesional serta masuk dalam kalender pariwisata daerah.
Selain festival layang-layang, DPRD juga melihat sejumlah potensi lain yang dapat dikembangkan menjadi agenda wisata berskala nasional maupun internasional. Di antaranya olahraga dan atraksi dirgantara, olahraga bahari, pacuan kuda di kawasan Legok Jawa, kompetisi selancar internasional di Batukaras, hingga olahraga paddle boarding di kawasan Green Canyon.
Potensi budaya masyarakat juga dinilai tidak kalah penting. Berbagai tradisi lokal seperti Hajat Laut, Syukuran Nelayan dan Seren Taun dapat dikembangkan menjadi atraksi budaya yang lebih menarik bagi wisatawan.
Namun, pengemasan tersebut harus tetap memperhatikan nilai, sejarah dan kearifan lokal yang melekat pada setiap tradisi.
Asep menilai keberadaan kalender event yang jelas dan konsisten akan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah. Peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal di Pangandaran diyakini akan ikut mendorong pertumbuhan UMKM, kuliner, jasa transportasi, perhotelan, penginapan serta sektor ekonomi kreatif.
Karena itu, ia berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memasukkan program-program pariwisata yang memiliki dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan.
DPRD, lanjutnya, mendorong agar Pangandaran tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kalender kegiatan wisata yang mampu menjadi daya tarik baru di tingkat nasional hingga internasional.
Dengan pengelolaan event yang terencana, profesional dan berkesinambungan, Pangandaran diharapkan kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Baca Juga
Komisi IV DPRD Pangandaran Tekankan Penyehatan Fiskal dalam Pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026
DPRD Pangandaran Gelar Paripurna KUA-PPAS Perubahan 2026, Pemkab Siapkan Penyesuaian Anggaran


















