Scroll untuk baca berita
DaerahDPRD KAB PANGANDARANJawa BaratPolitik

Pemkab dan DPRD Pangandaran Siapkan Tata Kelola Air Terpadu Hadapi Ancaman Kekeringan dan Banjir

2992
×

Pemkab dan DPRD Pangandaran Siapkan Tata Kelola Air Terpadu Hadapi Ancaman Kekeringan dan Banjir

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama DPRD mulai menyiapkan langkah strategis jangka panjang untuk menghadapi persoalan ketersediaan air yang terus berulang, terutama kekeringan pada musim kemarau dan potensi kelebihan air ketika musim hujan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan konsep tata kelola air secara terpadu. Pemerintah daerah dan legislatif kini tengah mematangkan revisi proposal program yang akan diajukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mengatakan pembahasan mengenai persoalan air telah dilakukan melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan para camat. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk merumuskan penanganan yang lebih menyeluruh terhadap persoalan air di berbagai wilayah Pangandaran.

Menurut Asep, penanganan persoalan air tidak cukup hanya mengandalkan normalisasi sungai. Dibutuhkan sistem pengelolaan yang mampu mengatur air mulai dari daerah resapan hingga kawasan muara.

“Ke depan kita membutuhkan tata kelola air yang terintegrasi. Bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga memperhatikan wilayah resapan, embung, kolam retensi, saluran air, pengendalian di kawasan muara sungai, termasuk pengelolaan limbah cair,” ujar Asep Noordin, Rabu (5/8/2026).

Konsep tersebut saat ini tengah dikonsultasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di tingkat Kementerian. Pemerintah daerah dan DPRD berencana kembali menggelar rapat sinergitas dalam dua pekan mendatang untuk memperkuat rancangan program sebelum diusulkan lebih lanjut.

Di sektor pertanian, persoalan ketersediaan air juga menjadi perhatian. Asep menyebut sejumlah kawasan persawahan, baik lahan tadah hujan maupun sawah konvensional, mulai mengalami penurunan pasokan air. Kondisinya diperkirakan telah berdampak pada lebih dari 20 persen luasan lahan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, sebagian besar wilayah pertanian saat ini telah memasuki tahap akhir masa panen. Pemerintah pun mulai mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi musim tanam berikutnya agar kebutuhan air pertanian dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan.

Untuk menghadapi ancaman kekeringan dalam jangka pendek, pemerintah daerah bersama DPRD juga mendorong optimalisasi sumber air yang tersedia. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui survei potensi air bawah tanah, pengeboran, pembangunan jaringan pipanisasi, serta pemanfaatan sumber air permukaan secara maksimal.

Asep menegaskan, strategi pengelolaan air tersebut harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, sistem tata kelola air yang baik tidak hanya diperlukan untuk menjawab persoalan saat ini, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat Pangandaran pada masa mendatang.

“Pengelolaan air yang terencana menjadi bagian penting untuk menjaga Pangandaran tetap subur, makmur, sekaligus memiliki ketahanan menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Viralnya dua video yang memperlihatkan aktivitas juru parkir di bawah rambu larangan parkir di Kota Lubuklinggau memunculkan pertanyaan publik mengenai legalitas penugasan serta dasar penerbitan SK juru parkir di lokasi tersebut. Masyarakat berharap Dinas Perhubungan segera memberikan klarifikasi secara terbuka untuk memastikan kepastian hukum, transparansi, dan penegakan aturan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.”

Aceh

Bupati juga berharap Muscab VI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nagan Raya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, S.H., M.H., menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Bupati TRK serta seluruh kebijakan pembangunan, termasuk mendorong masuknya investasi demi kemajuan daerah.

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”