Scroll untuk baca berita
AcehHukum & KriminalNEWS-BIDIK NAGANRAYAPOLRI

Pelaku Pembunuhan di Tadu Raya Ditangkap Setelah 11 Hari Buron

1133
×

Pelaku Pembunuhan di Tadu Raya Ditangkap Setelah 11 Hari Buron

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya – Upaya pelarian pelaku pembunuhan di Kecamatan Tadu Raya akhirnya berakhir. Setelah 11 hari diburu, tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya berhasil mengamankan tersangka di wilayah Sumatera Utara.

Pelaku berinisial A.M. (46), seorang wiraswasta asal Desa Sarah Mantok, Kecamatan Tadu Raya, ditangkap pada Jumat, (10/4/2026).sekitar pukul 17.30 WIB. Ia diamankan di area perkebunan kelapa sawit milik warga yang berada di Dusun II Desa Cimahi, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, setelah tim melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Informasi terkait keberadaan pelaku diperoleh dari hasil pengembangan di lapangan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pergerakan cepat menuju lokasi persembunyian.

Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan. Dalam interogasi awal, A.M. mengakui keterlibatannya dalam tindak pidana pembunuhan tersebut. Selanjutnya, pelaku langsung dibawa oleh petugas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Nagan Raya dengan pengawalan ketat.

Kasus ini bermula dari penemuan jasad seorang pria berinisial TP (25), warga Desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya. Korban ditemukan pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIB di jalan perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Alue Bata.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi yang hendak memanen sawit. Setelah melihat jasad korban, saksi segera menghubungi aparat desa yang kemudian meneruskan laporan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Tadu Raya bersama tim identifikasi Polres Nagan Raya segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sultan Iskandar Muda guna dilakukan visum untuk memastikan penyebab kematian. Hasil penyelidikan yang dilakukan secara intensif akhirnya mengarah pada identitas pelaku.

Kapolres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mendalami motif serta melengkapi alat bukti guna kepentingan penyidikan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama dan Dua Kapolres

RSUD Sultan Iskandar Muda Hadirkan Layanan Hemodialisis, Bupati TRK Pastikan Akses Kesehatan Warga Kian Mudah

Pererat Sinergi di Bulan Ramadhan, Polres Nagan Raya Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan, LSM dan LBH

Polres Bogor Bongkar Sindikat Pengoplos LPG, Negara Rugi Rp13,2 Miliar per Bulan

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”