Scroll untuk baca berita
AcehHukum & Kriminal

Kaperwil Media Bongkar Perkara Dibacok Saat Dampingi Warga, Polres Nagan Raya Pastikan Proses Hukum Berjalan

4321
×

Kaperwil Media Bongkar Perkara Dibacok Saat Dampingi Warga, Polres Nagan Raya Pastikan Proses Hukum Berjalan

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya – Insiden kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Bongkar Perkara Aceh menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum bayaran dari PT Surya Panen Subur 2 (SPS 2), pada Selasa (18/8/2025), di kawasan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

baca juga

Ridwanto Dibacok Saat Dampingi Warga, Publik Desak Polisi Usut Premanisme PT SPS2

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah menjalankan tugas jurnalistik, mendampingi masyarakat dalam investigasi konflik agraria yang melibatkan perusahaan perkebunan tersebut. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda Ujong Fatihah, Nagan Raya.

baca juga

PT KIM Diduga Serobot Lahan Warga di Nagan Raya, Masyarakat Minta APH Bertindak Tegas

Pihak rumah sakit membenarkan adanya pasien yang dirawat akibat luka bacok, sesuai dengan informasi yang diterima oleh tim liputan NEWS BIDIK di lokasi.

Kepala Resor Nagan Raya AKBP Dr Benny Barhara S.I.K .M.I.K ,setelah menerima laporan atas insiden ini Dikonfirmasi oleh wartawan , KBO Satreskrim Polres Nagan Raya, Iptu Azhar, S.E., membenarkan bahwa pihaknya telah menangani kasus tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dan saat ini kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami imbau kepada semua pihak untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian,” ungkap Iptu Azhar kepada tim liputan khusus Aceh.

Terancam Pidana Berat, Dugaan Melanggar UU Pers

Tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya bukan hanya tindak pidana penganiayaan biasa, namun juga bisa dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam Pasal 18 ayat (1) disebutkan:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas wartawan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Sementara itu, dari sisi pidana umum, tindakan pembacokan dapat dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun, atau lebih berat jika mengakibatkan luka berat atau kematian.

Desakan Terhadap Penegakan Hukum dan Perlindungan Jurnalis

Insiden ini kembali menjadi catatan buruk terhadap kebebasan pers di Indonesia, khususnya di daerah yang tengah menghadapi konflik agraria. Berbagai organisasi pers dan pemerhati hak asasi manusia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang bekerja di lapangan.

baca juga

Diduga Proyek Irigasi Jeuram Tak Transparan, Puluhan Petani Kuala Nagan Raya Tuntut Kepastian

Kekerasan terhadap jurnalis tidak hanya merupakan serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap prinsip demokrasi dan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi.

baca juga

Presiden Prabowo Saksikan Langsung Semarak Karnaval Bersatu di Monas, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT RI ke-80

Redaksi NEWS BIDIK mengutuk keras aksi kekerasan ini dan menyatakan solidaritas penuh terhadap jurnalis yang menjadi korban.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Aceh

“Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Nagan Raya didukung oleh data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan akuntabel. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.