NEWSBIDIK,KAB BEKASI Di tengah keterbatasan lahan pertanian di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, semangat kebersamaan justru tumbuh semakin kuat. Kelompok Tani dan Peternak yang berada di bantaran Kali CBL, lahan milik PJT II, tepatnya di area Blok 3, menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi dan perencanaan program ke depan. Selasa sore, (3/3/2026)
Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga momentum memperkuat tekad dan arah perjuangan bersama. Di tengah krisis lahan yang dirasakan warga desa, para petani dan peternak berinisiatif memanfaatkan lahan tidur di wilayah PJT II untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan secara mandiri dan swadaya.
Baca Juga:
Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu mengolah tanah yang sebelumnya terbengkalai menjadi lahan produktif. Harapannya, langkah ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat serta menciptakan peluang usaha baru di tengah persaingan taraf hidup yang semakin tinggi.

Dalam tausiah singkatnya, Ustadz NILAN menyampaikan bahwa bekerja dan mengelola lahan untuk kemaslahatan umat merupakan bagian dari ibadah. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu sebagian darinya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menurutnya, hadist tersebut menjadi motivasi kuat bagi para petani dan peternak agar tidak pernah merasa kecil atas usaha yang mereka lakukan. “Setiap benih yang tumbuh adalah pahala. Setiap keringat yang jatuh karena kerja halal adalah ibadah,” ujar Ustadz Ibnu di hadapan para anggota kelompok.
Baca Juga:
Ia juga mengingatkan pentingnya niat yang lurus. “Jika tujuan kita bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun kemandirian desa dan membantu sesama, maka insyaAllah Allah akan mudahkan jalannya,” tambahnya.
Pimpinan Umum media newsbidik.com, BROWIBOWO, yang turut memberikan tanggapan menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Wanajaya. Menurutnya, gerakan swadaya seperti ini merupakan contoh nyata kemandirian rakyat.
“Di saat banyak pihak mengeluhkan keterbatasan, kelompok tani dan peternak di Wanajaya justru bergerak. Ini adalah wujud nyata semangat Pangan Tahan Harian (PTH) dan kedaulatan ekonomi dari bawah. Media hadir untuk mendukung gerakan positif yang membangun,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat melihat dan mendukung langkah masyarakat tersebut agar pengelolaan lahan berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat
Semangat kebersamaan yang terbangun di bulan suci Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa rezeki tidak datang hanya dari menunggu, tetapi dari ikhtiar dan doa yang berjalan beriringan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Pesan tersebut seakan menjadi napas perjuangan kelompok tani dan peternak Desa Wanajaya. Dari lahan tidur yang sederhana, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih sejahtera. Dengan iman sebagai fondasi, kerja keras sebagai jalan, dan kebersamaan sebagai kekuatan, mereka melangkah pasti membangun kemandirian ekonomi desa.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Di bantaran Kali CBL itu, nilai-nilai tersebut hidup dan tumbuh bersama benih-benih harapan.




















