Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYANEWS-BIDIK NAGANRAYA

Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Blang Lango, Pemkab dan BKSDA Diminta Turun Tangan

2894
×

Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Blang Lango, Pemkab dan BKSDA Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK.COM | NAGAN RAYA — Kawanan gajah liar kembali memasuki kawasan permukiman warga di Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah serta tanaman milik warga.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Dani, kawanan gajah terlihat masuk ke desa pada malam hari saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Gajah-gajah tersebut bergerak dari arah kawasan hutan dan langsung memasuki area pemukiman serta lahan pertanian warga.

Sekitar malam hari gajah masuk ke desa. Warga panik karena gajah mendekati rumah dan merusak tanaman di kebun,” ujar Dani kepada tim Newsbidik.com di lokasi kejadian.

Selain merusak tanaman warga seperti tanaman pangan dan kebun campuran, keberadaan kawanan gajah ini juga menimbulkan rasa takut dan trauma bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia. Warga terpaksa berjaga sepanjang malam untuk mengantisipasi kemungkinan gajah kembali masuk ke pemukiman. Minggu, (21/12/2025).

Warga menduga kemunculan kawanan gajah ke desa dipicu oleh dampak banjir dan naiknya air pasang yang terjadi beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut diduga mengganggu habitat alami gajah sehingga mereka mencari wilayah yang lebih aman dan sumber makanan baru di sekitar permukiman manusia.

“Setelah banjir dan air pasang naik, gajah-gajah sering terlihat mendekat ke desa. Ini bukan pertama kali, tapi kali ini cukup parah,” kata Dani.

Masyarakat Desa Blang Lango berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau pihak taman safari yang berwenang menangani konflik satwa liar, serta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Warga meminta agar dilakukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk mencegah konflik manusia dan satwa liar semakin meluas.

“Kami mohon pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai ada korban jiwa, baik dari warga maupun dari satwa dilindungi seperti gajah,” ungkap seorang warga lainnya.

Tim Newsbidik.com melakukan liputan khusus dengan terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi di lapangan dan menggali informasi dari warga terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.

Konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, menjadi persoalan serius di Aceh. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga konservasi, dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan, mengingat para pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Penarikan satu unit mobil oleh debt collector SMS Finance diduga dilakukan tanpa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Modus yang digunakan dengan menyebut kendaraan dititipkan di Polsek Tadu Raya ternyata tidak terbukti, karena pihak Polsek menegaskan tidak pernah menerima titipan kendaraan dari pihak mana pun,” tegas sumber kepada media.