Scroll untuk baca berita
AcehPendidikan

Bupati dan Wabup Gelar Temu Ramah dengan Kepala TK, SD, dan SMP Se-Kabupaten Nagan Raya

297
×

Bupati dan Wabup Gelar Temu Ramah dengan Kepala TK, SD, dan SMP Se-Kabupaten Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati, Raja Sayang, saat temu ramah dengan para kepala TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Nagan Raya di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (9/9/2025). Dok poto newsbidik.com /Zahari Z

NEWS BIDIK, ACEH Nagan Raya– Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati, Raja Sayang, mengadakan temu ramah dan konsolidasi dengan para kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini berlangsung di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menekankan pentingnya pendidikan sebagai tulang punggung pembangunan daerah. “Tanpa pendidikan yang kuat dan berkualitas, kita tidak mungkin menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” ujarnya.

Bupati TRK menambahkan, peran kepala sekolah bukan hanya jabatan administratif semata. Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan layanan pendidikan berjalan baik, guru melaksanakan tugasnya, lingkungan sekolah aman dan nyaman bagi peserta didik, serta semua proses administrasi dan pengelolaan sekolah sesuai aturan.

Ia juga menyoroti adanya kesalahpahaman persepsi sebagian masyarakat terhadap jenjang SD dan SMP. “Padahal sekolah SD dan SMP mengajarkan pelajaran agama, termasuk materi muatan lokal dan jam nol. Apalagi di Aceh, kita menerapkan kurikulum pendidikan Islami,” jelasnya.

Bupati TRK meminta kepala sekolah dapat memperkuat implementasi Jam Nol sesuai edaran Dinas Pendidikan. Bila perlu, edaran tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) agar lebih efektif. Tujuannya, menciptakan citra positif terhadap satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

“Saya memahami menjadi kepala sekolah saat ini tidak mudah. Tanggung jawab besar, tekanan tinggi, dan tuntutan terus meningkat. Namun, dengan semangat kebersamaan, niat tulus, dan kerja keras, kita bisa menghadapi tantangan bersama,” ungkapnya.

Bupati TRK menambahkan, Pemkab Nagan Raya akan terus mendukung pendidikan melalui penyediaan infrastruktur, tunjangan, dan kebijakan yang berpihak pada mutu dan keadilan.

 “Mari jadikan pertemuan ini sebagai langkah awal sinergi lebih erat dan konstruktif, dengan tujuan memajukan pendidikan di Kabupaten Nagan Raya yang kita cintai,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Zulkifli, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan terkait Pelaksanaan Jam Nol. Program ini dirancang untuk meningkatkan budaya belajar dan kedisiplinan siswa dan guru, sekaligus membentuk karakter peserta didik.

“Keberhasilan Jam Nol sangat tergantung pada komitmen kepala sekolah sebagai pemimpin. Kepala sekolah harus menjadi teladan kedisiplinan, begitu pula guru, yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat untuk maju,” sebutnya.

Kadisdik juga menekankan harapan besar masyarakat terhadap dunia pendidikan. “Orang tua menitipkan anak-anaknya kepada kita, berharap mereka tumbuh menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Mari jadikan pekerjaan kita sebagai ladang pengabdian, bekerja dengan hati, tulus, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Nagan Raya terdapat 41 TK, 137 SD, dan 42 SMP. Acara dihadiri pula oleh Ketua DPRK, Sekda, para Asisten Sekda, Ketua beserta jajaran MPD, para pengawas sekolah, serta para kepala sekolah se-Kabupaten Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”