Scroll untuk baca berita
NasionalNEWSBIDIK PANGANDARAN

Pelaku Wisata dan Nelayan Bersatu Tolak KJA di Pantai Timur Pangandaran

1145
×

Pelaku Wisata dan Nelayan Bersatu Tolak KJA di Pantai Timur Pangandaran

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, PANGANDARAN, JAWA BARAT – Gelombang penolakan terhadap rencana pemasangan Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Pantai Timur Pangandaran semakin menguat. Forum Komunikasi Pelaku Wisata Pangandaran (FKP2WP) bersama nelayan secara resmi menyatakan sikap menolak, dalam pertemuan yang digelar di Susi International Beach Strip, Rabu (13/8/2025).

Dalam deklarasi tersebut, FKP2WP menilai keberadaan KJA akan menimbulkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang merugikan masyarakat. Penolakan ini mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, nelayan, hingga pemerintah daerah.

Ketua FKP2WP menegaskan, pemasangan KJA tidak selaras dengan visi Kabupaten Pangandaran yang menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi. Menurut mereka, KJA akan mengancam keberlangsungan wisata bahari, melanggar tata ruang laut, merusak ekosistem, serta menutup akses melaut bagi nelayan tradisional yang selama ini mengandalkan kawasan tersebut sebagai sumber penghidupan.

Pantai Timur diketahui menjadi pusat aktivitas wisata seperti wisata perahu, olahraga air, snorkeling, dan diving, sekaligus menjadi lokasi beroperasinya ribuan nelayan tradisional. FKP2WP memperingatkan, jika KJA dipaksakan di sana, akan merusak pemandangan, menghalangi jalur wisata air, mengganggu kenyamanan pengunjung, dan mencemari laut akibat limbah pakan maupun jaring.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan nelayan tidak akan tinggal diam. “Pantai Timur adalah urat nadi ekonomi ribuan nelayan. Jika ruang mereka direbut KJA, itu sama saja memutus sumber penghidupan keluarga nelayan. Kami menolak keras demi kelestarian laut dan masa depan generasi berikutnya,” tegasnya. Jeje juga mengingatkan potensi konflik horizontal yang bisa muncul jika KJA dipaksakan di lokasi tersebut.

Penolakan serupa datang dari tokoh nasional sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ia menilai KJA di Pantai Timur adalah keputusan yang keliru secara ekologis dan ekonomi. “Laut bukan sekadar tempat mencari keuntungan singkat, tetapi warisan untuk anak cucu. KJA akan merusak pemandangan, mencemari laut, mengubah arus air, dan mengancam biota laut. Ini bisa merusak citra Pangandaran sebagai destinasi wisata internasional,” ujarnya.

Bupati Pangandaran, hj, Citra Pitriyami, menyatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. “Kami tidak ingin kebijakan yang merugikan rakyat. Semua pihak akan dipanggil, kajian menyeluruh akan dilakukan, dan keputusan akan diambil berdasarkan prinsip perlindungan lingkungan, penguatan pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Citra menegaskan, lokasi strategis pariwisata seperti Pantai Timur harus tetap bersih, aman, dan indah. “Kebijakan kami akan selalu berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Aceh

Penangkapan pelaku yang sempat buron ini merupakan bukti komitmen Polres Nagan Raya dalam menegakkan hukum dan memberikan perlindungan kepada korban. Setiap pelaku KDRT akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H.

Headline

“Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan mengamankan seorang pengedar beserta 114 paket sabu seberat total 114,89 gram. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba hingga ke akar jaringannya,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya AKP Very Syahputra, S.H., M.H.

Aceh

Polri, khususnya Polres Nagan Raya, berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mengawal serta mendukung program pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wakapolres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan, mengingat para pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.