Scroll untuk baca berita
Jawa BaratNEWSBIDIK PANGANDARAN

Susi Pudjiastuti: Polri Harus Profesional, Dekat dengan Rakyat, dan Adil dalam Penegakan Hukum

3502
×

Susi Pudjiastuti: Polri Harus Profesional, Dekat dengan Rakyat, dan Adil dalam Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Pangandaran -Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Kabupaten Pangandaran berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Merdeka, Selasa (1/7/2025). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, acara ini diwarnai pesan-pesan sarat makna agar Kepolisian Republik Indonesia terus meningkatkan profesionalisme, mempererat kedekatan dengan masyarakat, serta mengayomi dan menegakkan hukum secara adil.

Tokoh nasional sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2014–2019, Susi Pudjiastuti, turut hadir bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Wakil Bupati Ino Darsono, Ketua DPRD Asep Noordin, mantan Bupati Jeje Wiradinata dan mantan Wakil Bupati Ujang Endin Indrawan, serta Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Ibnu Muntaha.

Dalam momentum peringatan ini, Susi Pudjiastuti menyerahkan nasi tumpeng kepada Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, sebagai bentuk penghargaan sekaligus doa agar Polri semakin kokoh dalam menjalankan tugasnya. Sementara itu, Bupati Pangandaran menyerahkan kue ulang tahun kepada Wakapolres Kompol Usep Supiyan.

“Selamat ulang tahun Bhayangkara ke-79. Harapan saya Polri semakin profesional, dekat dengan rakyat, mampu mengayomi, dan menegakkan hukum secara adil,” tutur Susi Pudjiastuti dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto menyampaikan rasa syukur atas perayaan yang berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Ia juga mengapresiasi para anggota Polri berprestasi yang mendapatkan penghargaan dalam upacara tersebut. Tak hanya itu, penghargaan turut diberikan kepada elemen masyarakat serta para mitra Polri sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan wilayah Pangandaran.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Susi Pudjiastuti, tokoh masyarakat Pangandaran sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” ujar Mujianto.

Dalam amanatnya, Mujianto menegaskan kembali pesan Kapolri bahwa motto “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen nyata untuk terus mendengar masukan dan kritik demi meningkatkan kepercayaan publik.

“Polri harus hadir di tengah masyarakat, merespons kritik dengan perbaikan, dan membuktikan bahwa Polri untuk Masyarakat benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Usai upacara, para tamu meninjau pameran produk UMKM binaan Bhayangkari Polres Pangandaran. Rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79 kemudian ditutup dengan pagelaran seni tradisional ronggeng gunung di Gedung Baru Polres Pangandaran pada malam harinya, sebagai wujud pelestarian budaya lokal dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”