Scroll untuk baca berita
DaerahJawa BaratPendidikan

PGRI Kabupaten Sukabumi Diduga Abaikan Himbauan Gubernur, Gelar Family Gathering Berkedok Musda di Bali

1395
×

PGRI Kabupaten Sukabumi Diduga Abaikan Himbauan Gubernur, Gelar Family Gathering Berkedok Musda di Bali

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi bersama keluarga tampak mengikuti kegiatan wisata di Bali dengan mengenakan kaus bertuliskan “Family Gathering”. Kegiatan ini menuai kritik publik karena dinilai mengabaikan surat edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang kunjungan rekreatif satuan pendidikan.gambar Dok.newsbidik.com/red/ Jum'at 4/7/2025

NEWSBIDIK,//SUKABUMI , Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi menuai sorotan publik setelah diduga menggelar kegiatan wisata ke Bali dengan mengatasnamakan Musyawarah Daerah (Musda). Agenda yang dilaksanakan pada Rabu dini hari, 25 Juni 2025, itu melibatkan para ketua dan sekretaris PGRI tingkat kecamatan, serta sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, termasuk pejabat kabid, kasi, hingga staf.

Ironisnya, kegiatan tersebut terlaksana di tengah masa kerja dan saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Gubernur mengeluarkan Surat Edaran Nomor 42/PK.03.04/KESRA yang secara tegas melarang satuan pendidikan melakukan studi tour atau kunjungan wisata.

Data yang dihimpun menyebutkan, kegiatan yang diklaim sebagai Musda ini justru lebih mirip family gathering. Dugaan itu diperkuat beredarnya foto dan video di media sosial, termasuk di status WhatsApp salah satu pengurus PGRI, yang memamerkan aktivitas wisata bersama keluarga dengan mengenakan kaus bertuliskan “Family Gathering”. Bahkan, dalam salah satu video, rombongan terdengar meneriakkan yel-yel: “PGRI Kabupaten Sukabumi jalan-jalan.”

Saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (29/6/2025), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni agenda PGRI yang dilakukan pada hari libur. Ia pun menyebut keikutsertaan sejumlah pegawai Dinas Pendidikan karena status mereka sebagai pengurus aktif PGRI.

Namun penjelasan itu tak mampu meredam kritik. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, menilai tindakan tersebut mencederai semangat pengabdian para guru di tengah berbagai persoalan pendidikan yang belum terselesaikan.

“Di saat guru honorer masih berjuang untuk masa depan mereka, organisasi profesi guru malah berpesta jalan-jalan. Ini mencoreng semangat solidaritas dan pengabdian,” tegas Lutfi Yahya.

Ia juga mempertanyakan motif di balik kegiatan itu, mengingat masa jabatan pengurus PGRI akan segera berakhir. Lutfi tidak menutup kemungkinan kegiatan ini dimanfaatkan untuk memuluskan kepentingan pemilihan ketua periode selanjutnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI). Ia menyayangkan organisasi profesi sebesar PGRI justru bersenang-senang di Bali, sementara ribuan guru honorer R3 Paruh Waktu masih terkatung-katung statusnya.

“PGRI seharusnya menjadi garda terdepan memperjuangkan nasib guru, bukan malah berwisata di tengah kesulitan yang dialami rekan-rekan honorer,” kecam Sekjen PPRI.

Lebih jauh, PPRI juga menyoroti belum transparannya sumber dana yang digunakan untuk pembiayaan perjalanan tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PGRI Kabupaten Sukabumi terkait asal anggaran yang dipakai.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi hanya memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp, “Nanti hari Selasa kita ketemu untuk menjelaskan semuanya.”

Baik JWI maupun PPRI menyatakan akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran disiplin ASN serta potensi penyalahgunaan wewenang ini. Mereka berencana mengirim laporan ke Gubernur Jawa Barat, PGRI Provinsi, PGRI Pusat, Bupati Sukabumi, DPRD, hingga Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk meminta penelusuran sumber dana dan keabsahan kegiatan.

Sumber : team PPRI & Team JWI. (Red)

Tinggalkan Balasan

Daerah

Viralnya dua video yang memperlihatkan aktivitas juru parkir di bawah rambu larangan parkir di Kota Lubuklinggau memunculkan pertanyaan publik mengenai legalitas penugasan serta dasar penerbitan SK juru parkir di lokasi tersebut. Masyarakat berharap Dinas Perhubungan segera memberikan klarifikasi secara terbuka untuk memastikan kepastian hukum, transparansi, dan penegakan aturan parkir sesuai ketentuan yang berlaku.”

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Jawa Tengah

Selain SMKN 5 Semarang, dua sekolah lainnya yang turut menerima penghargaan sebagai SMA/SMK Teraktif adalah SMA Negeri 3 Semarang dan SMA Negeri 6 Semarang.
Program Rengganis Pintar merupakan upaya Disperindag Jawa Tengah untuk mendorong penerapan konsep green industry di dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya industri yang ramah lingkungan sebagai strategi memperkuat daya saing dan ekspor daerah.

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).