Scroll untuk baca berita
DaerahSumatera Selatan

Diduga Jual Pupuk di Atas HET, Kios Milik Anggota DPRD Musi Rawas Diprotes Petani

901
×

Diduga Jual Pupuk di Atas HET, Kios Milik Anggota DPRD Musi Rawas Diprotes Petani

Sebarkan artikel ini
Ketua Gapoktan dan Empat Ketua Kelompok Tani Desa Temuan Jaya Bubuhkan Tanda Tangan di Surat Pernyataan Bermaterai, Minta Aparat Hukum Usut Mafia Pupuk/poto dok,Kamis/10/7/2025//newsbidik.com/LIPSUS/sumsel

newsbidik.com,//Musi RawasI-su mafia pupuk kembali mencuat di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kali ini terjadi di Desa Temuan Jaya, Kecamatan Muara Kelingi. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Jaya, Sutardi, bersama empat ketua kelompok tani lainnya, menyampaikan keberatan atas dugaan praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh kios “NR Maju Bersama” milik Nasrun, anggota DPRD Musi Rawas.

Kamis(/10/7/2025).

Baca Juga

https://newsbidik.com/daerah/sumatera-selatan/penggilingan-padi-novi-diduga-jual-pupuk-subsidi-ilegal-disuplai-kios-milik-anggota-dprd-lahat/

Surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp10.000 itu telah ditandatangani oleh kelima tokoh tani. Dalam isi pernyataan tersebut, mereka mengadukan kondisi yang sangat memberatkan petani di wilayah mereka. Harga pupuk subsidi jenis Ponska dan Urea yang seharusnya sesuai HET, justru ditebus dengan harga Rp185.000 hingga Rp200.000 per sak.

“Kami sangat keberatan karena pupuk harus kami tebus jauh di atas HET. Selain itu, jarak tempuh ke kios juga sangat jauh, puluhan kilometer dari desa kami,” ujar Sutardi.

Berikut para ketua kelompok tani yang turut menandatangani surat pernyataan:

Dedi Siswanto, Ketua Kelompok Tani Suka Maju, mengaku membeli pupuk seharga Rp200.000 per sak.

Baca Juga 

https://newsbidik.com/daerah/sumatera-selatan/di-duga-kios-pupuk-maju-bersama-milik-anggota-dewan-musi-rawas-menjual-pupuk-di-atas-het-dan-pupuk-susah-di-dapatkan/

Anton Subandi, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Dusun 7 Blok B, juga membeli dengan harga Rp185.000 per sak.

Tukijan, Ketua Kelompok Tani Rahayu Tani, Dusun 3 Blok C, menebus pupuk dengan harga yang sama.

Sentiman, Ketua Kelompok Tani Suka Mulya, mengalami hal serupa.

Para petani menilai praktik ini telah menyengsarakan mereka, di tengah semangat pemerintah pusat yang tengah menggencarkan program ketahanan pangan demi kesejahteraan petani.

Dugaan Lemahnya Pengawasan Dinas Pertanian

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Novita — Kasi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Musi Rawas — justru menyatakan bahwa kemungkinan para petani tersebut tidak terdaftar dalam e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Namun, pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan besar.

“Kalau mereka tidak masuk e-RDKK, bagaimana bisa membeli pupuk subsidi dalam jumlah besar? Apakah kios menjual pupuk subsidi secara bebas?” ujar salah satu jurnalis yang menghubungi Novita.

Saat disebutkan bahwa laporan para petani ini akan diteruskan kepada aparat penegak hukum, termasuk Polda Sumatera Selatan, Novita merespons dengan ringan, “Silakan bawa ke mana saja.”

Sikap ini dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk pembiaran dan indikasi lemahnya pengawasan distribusi pupuk di wilayah Muara Kelingi.

Petani Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Dalam surat pernyataan tersebut, para petani meminta agar pemerintah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum bertindak tegas mengusut tuntas praktik mafia pupuk yang merugikan petani. Mereka mendesak agar tidak ada perlindungan terhadap oknum-oknum yang bermain, baik dari kalangan pejabat maupun pengusaha.

Baca Juga 

https://newsbidik.com/daerah/sumatera-selatan/kios-sumber-makmur-milik-asan-menjual-bebas-pupuk-bersubsidi-tidak-takut-dengan-hukum-pidana/

“Jangan sampai pupuk subsidi yang seharusnya untuk kesejahteraan petani, justru dijadikan alat untuk memperkaya diri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Sutardi.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”