Scroll untuk baca berita
DKI JakartaNasional

Presiden Prabowo Resmikan PP Perlindungan Anak, Perkuat Keamanan Digital

567
×

Presiden Prabowo Resmikan PP Perlindungan Anak, Perkuat Keamanan Digital

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK||JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/03/2025). Regulasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam melindungi anak-anak dari ancaman digital yang dapat merusak karakter dan psikologi mereka.

“Teknologi digital ini menjanjikan kemajuan pesat bagi kemanusiaan, tetapi jika tidak diawasi dan dikelola dengan baik, justru bisa merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, terutama akhlak dan psikologi anak-anak kita,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menekankan bahwa anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus tumbuh sehat, kreatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, regulasi ini menjadi acuan dalam pengelolaan sistem elektronik yang lebih ramah anak.

“Anak-anak kita harus tumbuh menjadi manusia yang berani, mandiri, optimistis, serta memiliki semangat belajar dan berbuat baik untuk keluarga dan bangsa,” tegasnya.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjelaskan bahwa PP ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Regulasi ini dirumuskan berdasarkan 287 masukan dari 24 pemangku kepentingan serta melibatkan ratusan lembaga dalam dan luar negeri.

“Dukungan luas datang dari masyarakat, para orang tua, dan tokoh internasional seperti Prof. Jonathan Haidt, serta berbagai penyedia platform digital yang menunjukkan komitmen dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman dan ramah anak,” ujar Meutya.

Acara peresmian PP Perlindungan Anak ini tetap digelar di tengah suasana cuti bersama menjelang Idulfitri 1446 Hijriah. Presiden Prabowo memimpin langsung jalannya acara sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menempatkan isu perlindungan anak sebagai prioritas utama di era transformasi digital.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”