Scroll untuk baca berita
Jawa Tengah

Kejaksaan Negeri Wonosobo Geledah Dinas Sosial, Dalami Dugaan Penyimpangan Penyaluran Program PKH

1344
×

Kejaksaan Negeri Wonosobo Geledah Dinas Sosial, Dalami Dugaan Penyimpangan Penyaluran Program PKH

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK | Wonosobo – Kejaksaan Negeri Wonosobo melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo sebagai bagian dari upaya penyidikan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026, dan merupakan langkah lanjutan dalam proses pengumpulan alat bukti yang sedang dilakukan oleh penyidik. Rabu, (5/8/2026)

Penggeledahan dilakukan oleh tim gabungan dari Seksi Intelijen dan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Wonosobo. Fokus kegiatan ini adalah menelusuri berbagai dokumen serta data yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan dan penyaluran bantuan sosial PKH di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Dalam proses tersebut, penyidik mengamankan sejumlah berkas administrasi dan data yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang didalami. Dokumen-dokumen tersebut selanjutnya akan dianalisis dan dijadikan bagian dari alat bukti guna memperkuat proses penyidikan terhadap dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial, khususnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalikajar.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wonosobo, Dr. Agung Dhedi Dwi Handes, S.H., M.H., membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut. Menurutnya, tindakan itu merupakan bagian dari langkah hukum yang dilakukan penyidik dalam mengumpulkan dokumen dan informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap fakta-fakta terkait dugaan penyimpangan program bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tim penyidik melakukan penggeledahan di beberapa ruangan, termasuk ruang Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo. Dari kegiatan itu, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penyaluran Program Keluarga Harapan kepada masyarakat penerima manfaat.

Menurut Agung, pengamanan dokumen dilakukan untuk melengkapi kebutuhan penyidikan sehingga seluruh proses penanganan perkara dapat berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang memadai.

Lebih lanjut, Kejaksaan Negeri Wonosobo menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi, termasuk apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program bantuan pemerintah yang bersumber dari anggaran negara.

Agung menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk penyimpangan yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat. Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana korupsi akan diproses secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berkomitmen menangani setiap perkara tindak pidana korupsi secara profesional. Setiap bentuk penyimpangan akan ditindak sesuai hukum, dan proses penyidikan akan terus dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup,” ujarnya.

Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program bantuan sosial pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu melalui bantuan bersyarat. Karena menggunakan anggaran negara, pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih terus berlangsung. Kejaksaan Negeri Wonosobo belum menyampaikan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun rincian nilai kerugian negara karena seluruh proses masih berada pada tahap pendalaman dan pengumpulan alat bukti. Pihak kejaksaan juga mengimbau masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menunggu hasil penyidikan secara resmi.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

“H. Halimi, calon petinggi Desa Surodadi nomor urut 03, tergerak maju dalam pencalonan karena dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan. Ia berharap pelayanan birokrasi pemerintahan desa dapat ditingkatkan, pembangunan infrastruktur yang belum tersentuh bisa menjadi perhatian, serta para petani garam memperoleh dukungan nyata dari pemerintah desa untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan. H. Halimi menegaskan, apabila diberi amanah oleh masyarakat, dirinya berkomitmen menata birokrasi agar pelayanan publik lebih baik, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan warga.”

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Jawa Tengah

“Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kabupaten Pemalang, masih memerlukan pembuktian dan verifikasi secara menyeluruh. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta, data transaksi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak yang dapat merugikan pihak tertentu. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, transparansi, serta profesionalisme jurnalistik.”