Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYANEWS-BIDIK NAGANRAYA

Truk Batu Bara Menuju PLTU 3-4 Terguling di Jalur Meulaboh–Nagan Raya, Warga Keluhkan Debu dan Truk Ugal-Ugalan

1425
×

Truk Batu Bara Menuju PLTU 3-4 Terguling di Jalur Meulaboh–Nagan Raya, Warga Keluhkan Debu dan Truk Ugal-Ugalan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Aceh Barat — Sebuah truk pengangkut batu bara yang hendak menuju PLTU 3-4 mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di ruas jalan utama Meulaboh–Nagan Raya, tepatnya di Desa Peunaga Cut, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Kamis malam (14/5/2026) sekitar pukul 20.17 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dan menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun di lokasi kejadian. Muatan batu bara yang diangkut truk juga terlihat berserakan di badan jalan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas, terutama pengendara sepeda motor.

Sopir truk bernama Iqbal, saat ditemui awak media di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dirinya berupaya menghindari sepeda motor yang melintas secara tiba-tiba di depannya. Dalam kondisi panik, ia membanting setir ke arah kiri. Namun nahas, ban kendaraan yang dikemudikannya diduga meledak sehingga truk kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling di badan jalan.

“Waktu itu saya coba menghindari sepeda motor. Setelah banting setir, ban belakang tiba-tiba meledak dan mobil langsung oleng lalu terbalik,” ujar Iqbal.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kecelakaan itu kembali memunculkan keluhan masyarakat terkait aktivitas truk pengangkut batu bara yang setiap hari melintas di jalur Meulaboh–Nagan Raya menuju PLTU 3-4.

Sejumlah warga Desa Peunaga Cut yang diwawancarai di lokasi kejadian mengaku resah dengan tingginya intensitas kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di kawasan mereka. Menurut warga, sebagian besar truk melaju dengan kecepatan tinggi dan kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.

“Mobil pengangkut batu bara ini sering melaju kencang. Kami yang naik sepeda motor sangat khawatir karena selain ugal-ugalan, batu bara juga sering berjatuhan di sepanjang jalan,” ungkap Nasrul, salah seorang warga setempat.

Keluhan serupa juga disampaikan Zainal Abidin. Ia menilai aktivitas angkutan batu bara tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Menurutnya, serpihan dan debu batu bara yang tercecer di badan jalan sering beterbangan saat cuaca panas. Kondisi itu dinilai sangat mengganggu warga maupun pengendara yang melintas setiap hari.

“Kalau cuaca panas, debunya sangat terasa. Jalan jadi kotor dan licin. Pengendara motor sering kena dampaknya. Ini harus segera ditertibkan,” kata Zainal.

Selain debu yang beterbangan, warga juga menyoroti batu bara yang berserakan hingga ke halaman rumah penduduk akibat muatan truk yang tidak tertutup sempurna. Mereka berharap pihak perusahaan maupun pengelola transportasi batu bara bertanggung jawab untuk membersihkan material yang tercecer.

Masyarakat Desa Peunaga Cut meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, agar segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di jalur tersebut.

Warga berharap ada aturan yang lebih tegas terkait batas kecepatan kendaraan, standar keselamatan angkutan, hingga kewajiban menutup muatan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Truk-truk ini harus ditertibkan sebelum ada korban jiwa,” tegas warga.

Peristiwa tergulingnya truk batu bara itu menambah daftar panjang kecelakaan kendaraan angkutan berat di jalur Meulaboh–Nagan Raya. Warga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat tidak terus terabaikan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Socfindo Seunagan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penyandang disabilitas di Nagan Raya,” ujar Ali Efendi, Ketua PPDI Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Turnamen catur ini kita gelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 56 pecatur dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya ikut ambil bagian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi serta mendorong perkembangan olahraga catur di Nagan Raya,” ujar H. Wahidin, SE, selaku panitia pelaksana turnamen.

Aceh

Penyerahan bendera secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagan Raya, Taufik, S.H., kepada para camat di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (12/8/2026).

Aceh

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Partai Aceh dengan jajaran Kepolisian merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya daerah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E. (Wan Malaya).

Aceh

“Keputusan Ketua DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam menunjuk Tgk. Samsuar (Wan Malaya) sebagai Penjabat Ketua Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya harus kita hormati dan dukung bersama. Saya mengajak seluruh kader, simpatisan, serta elemen organisasi Partai Aceh untuk tetap solid, bersatu, dan memberikan ruang kepada beliau bekerja memperbaiki serta membangun Partai Aceh di Nagan Raya. Mari kita beri kepercayaan selama enam bulan ke depan, kemudian baru kita evaluasi kinerjanya. Jangan saling menyalahkan, karena bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujar Ali Hasyimi, mantan Panglima Wilayah KPA Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Pengukuhan sembilan Pramuka Garuda menjadi tonggak sejarah baru bagi Gerakan Pramuka di Kabupaten Nagan Raya. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi para anggota muda yang diharapkan mampu menjadi teladan di sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nagan Raya, Raja Sayang, saat mengukuhkan sembilan Anggota Pramuka Garuda Kwarcab Nagan Raya Tahun 2026 di halaman SMKN 1 Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Minggu (2/8/2026).

Aceh

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.” — Bupati Nagan Raya, Dr. TR Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Bupati juga berharap Muscab VI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nagan Raya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, S.H., M.H., menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Bupati TRK serta seluruh kebijakan pembangunan, termasuk mendorong masuknya investasi demi kemajuan daerah.