Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYA

Camat Tadu Raya Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan dalam Pencarian Remaja Hilang di Sungai Alue Labu

1962
×

Camat Tadu Raya Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan dalam Pencarian Remaja Hilang di Sungai Alue Labu

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai di Desa Alue Labu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari, korban bernama Almarum.Kamaludin (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) sore, ketika korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Nagan Raya, tim SAR, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Proses pencarian berlangsung tidak mudah. Selain kondisi arus yang deras, medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, semangat dan solidaritas yang tinggi dari seluruh unsur yang terlibat membuat pencarian terus dilakukan tanpa henti.

Korban akhirnya ditemukan pada jarak sekitar 3 hingga 4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang telah berlangsung selama empat hari penuh dengan penuh ketegangan dan harapan dari keluarga serta masyarakat sekitar.

Camat Tadu Raya, Teuku Khalilullah, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Ia menilai, sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam proses pencarian korban.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan, baik dari BPBD, tim SAR, TNI, Polri, maupun masyarakat yang telah bahu-membahu melakukan pencarian tanpa mengenal lelah. Selama beberapa hari ini mereka terus siaga di lokasi, menyisir aliran sungai dengan penuh tanggung jawab,” ujar Teuku Khalilullah.

Ia juga menambahkan bahwa upaya yang dilakukan oleh tim di lapangan menunjukkan komitmen kemanusiaan yang luar biasa. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, seluruh pihak tetap menunjukkan profesionalisme dan kepedulian tinggi terhadap keselamatan warga.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kita bersama. Saya melihat langsung bagaimana tim bekerja siang dan malam, tanpa mengeluh, demi menemukan korban. Ini patut menjadi contoh bagi kita semua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Camat Tadu Raya juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih dalam kondisi arus yang tidak stabil. Pemerintah kecamatan juga berencana meningkatkan sosialisasi terkait keselamatan di wilayah rawan bencana, termasuk di sepanjang aliran sungai.

Dengan berakhirnya proses pencarian ini, seluruh tim gabungan resmi menutup operasi. Meski hasil yang didapat tidak sesuai harapan, dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Ke depan, diharapkan sinergi seperti ini dapat terus terjaga dalam menghadapi berbagai situasi darurat lainnya, demi keselamatan dan kepentingan bersama.

Baca Juga:

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

Remaja 15 Tahun Terseret Arus Sungai Krueng Tadu di Nagan Raya, Pencarian Masih Berlangsung

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Seorang remaja bernama Kamaludin (15) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (1/5/2026). Hingga Minggu (3/5/2026), tim gabungan BPBD, SAR, dan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai meski terkendala arus yang kuat dan medan sulit. Pihak keluarga masih menunggu dengan penuh harap di lokasi kejadian.”