Scroll untuk baca berita
AlamJawa BaratReligiSejarahWisata

Jejak Religi dan Misteri Goa Cirengganis Pangandaran: Antara Speologi, Sejarah, dan Kisah Mistis

3254
×

Jejak Religi dan Misteri Goa Cirengganis Pangandaran: Antara Speologi, Sejarah, dan Kisah Mistis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gusti Kanjeng Ratu Kidul dengan busana kebaya hijau botol dan mahkota berhiaskan permata, yang kerap dikaitkan dengan kisah mistis Goa Cirengganis Pangandaran. Sabtu, (13/9/2025).Dok poto newsbidik.com/browibowo.

NEWS BIDIK, PANGANDARAN – Goa bukan hanya sebatas ruang kosong di perut bumi, melainkan menyimpan sejarah panjang, nilai religi, hingga misteri yang tetap hidup di tengah masyarakat. Ilmu yang mempelajari penelusuran goa dikenal dengan istilah speleologi. Dalam kajiannya, goa dibedakan menjadi dua sifat: aktif dan pasif.

Goa aktif ditandai dengan adanya kehidupan di dalamnya, baik berupa aliran air yang terus mengalir sejak terbentuknya goa, maupun ekosistem seperti ikan dan hewan kecil lainnya. Salah satu contohnya adalah Goa Cirengganis di Pangandaran. Aliran air di dalam goa ini diyakini tidak pernah berhenti dan dipercaya mengandung zat baik bagi tubuh. Konon, menurut cerita rakyat, siapa pun yang mandi di aliran sungai Goa Cirengganis akan senantiasa awet muda.

baca juga

Persahabatan Menentukan Jalan Hidup: Pesan Religius dari Gus Muhammad Rosyid Masyhudi

Sebaliknya, goa pasif tidak memiliki kehidupan, tidak ada aliran air, bahkan tidak ditemukan ikan atau ekosistem di dalamnya.

Om Diki Longdong atau yang akrab disebut Abah Diki, salah satu tokoh setempat, menceritakan bahwa Goa Cirengganis kerap didatangi peziarah terutama pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Ia menuturkan, ada kepercayaan bahwa penjaga jagat laut turut hadir dan mandi di aliran goa tersebut.

Dalam ekspedisi religi tim newsbidik.com menuju Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran pada Sabtu malam, (13/9/2025), terungkap bahwa kawasan ini bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga kisah mistis bersejarah. Selain Goa Cirengganis, terdapat Goa Parat atau Goa Keramat, serta petilasan makam Syekh Ahmad dan Syekh Mohammad yang sering menjadi tujuan peziarah.

Alam di sekitar TWA Pangandaran masih terjaga keasriannya. Hutan yang berdiri kokoh diyakini telah ada sejak awal mula terbentuknya semesta dan hingga kini tetap lestari tanpa tersentuh aktivitas penebangan. Airnya pun jernih dan alami.

baca juga

Pesona Citumang Pangandaran Tawarkan Body Rafting Murah dan Seru

Seorang saksi mata bahkan pernah mengisahkan pengalamannya menjumpai sosok Gusti Kanjeng Ratu Kidul saat patroli di pantai sekitar lokasi karang pandan.menuju ke cirengganis, Sosok tersebut digambarkan mengenakan kebaya hijau botol, bermahkota, dan Menurut cerita leluhur,beliau suka menggunakan kendaraan khusus

baca juga

Gilang Permana Putra, Anak Panah Jogja yang Terus Melesat: Dari Sunah Rasul hingga Podium Prestasi

Goa Cirengganis dengan segala sejarah, religi, dan misterinya kini menjadi salah satu destinasi spiritual sekaligus wisata alam yang tak pernah kehilangan daya tarik. Bagi sebagian orang, tempat ini bukan sekadar tujuan wisata, melainkan ruang perenungan tentang keterhubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.

Jawa Barat

“Dugaan pungutan liar di kawasan Jembatan Timbang Tolongas, Sumedang, menjadi perhatian serius karena sejumlah truk bermuatan terlihat melanjutkan perjalanan tanpa masuk ke area penimbangan setelah diduga terjadi transaksi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola UPKB serta instansi terkait. Transparansi pemeriksaan dan penegakan aturan diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”