Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Dugaan Kasus Galian C Ilegal di Simeulue Belum Ada Aksi Heroik dari APH, Apa Karena Oknum Polisi

943
×

Dugaan Kasus Galian C Ilegal di Simeulue Belum Ada Aksi Heroik dari APH, Apa Karena Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//SIMEULUE- Dugaan Kasus Galian C ilegal di Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu, hingga kini masih menjadi pertanyaan, sebab, belum ada aksi heroik dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menangkap pelaku. Senen, (23/6/2025)

Hal ini berbeda perlakukan APH dengan sebelumya, yakni kasus Fahmi warga busung yang ditangkap Polres Simeulue dan sudah diproses hukum. Mulai dari alat beratnya disita untuk negara, hingga yang bersangkutan mendekam di jerusi besi.

Pada kasus ini, Fahmi seolah hanya pelaku tunggal, padahal materialnya timbunan SPBU Abail milik H. Faisal. Anehnya, H. Faisal belum diproses hukum. Sementara Fahmi sudah dijatuhi pidana.

Kasus Galian C Desa Air Pinang ini meski diduga secara vulgar dilakukan oleh oknum polisi. Namun belum terlihat tindakan hukum kepada pelaku. Uniknya, kepada wartawan, oknum polisi itu blak-blakan mengaku Galin C ilegal di Air Pinang miliknya dan memang belum ada izin.

Harusnya ada tindakan hukum kepada pelaku sehingga ada keadilan hukum. Seperti yang diterapkan kepada Fahmi. Penegakan hukum khusus untuk Galian C di Simeulue terlalu senjang. Jika oknum polisi tersebut tidak ditangkap dan diproses hukum.

Informasi yang dihimpun media ini, sejak tahun 2024 lalu, oknum polisi ini diduga menjadi kontraktor Rekonstruksi Jalan Suak Buluh – Ana’O yang nilainya proyeknya Rp. 4.897.780.000 dengan memakai perusahaan CV. Rawa Mulia dengan nomor kontrak : 600.1.8/55/KONTRAK-BM/DBH-PUPR/2024.

Diproyek ini, sang oknum diduga kerap memakai mobil operasional polisi warna coklat. Mobil tersebut lalu lalang bebas mengangkut material semen dari toko ke proyek Rekonstruksi Jalan Suak Buluh – Ana’O.

Kepada wartawan, sang oknum mengaku sedang mengerjakan proyek Box Coulvert di daerah Pulau Bangkalak dan membutuhkan Galian C.

Informasi yang berkembang. Sang oknum diduga memenangkan proyek Peningkatan Jalan Simpang Air Dingin – Labuhan Bajau; Rp. 2.945.000.000,- dan Preservasi Jalan Sp. Lanting – Labuhan Bajau; Rp. 1.964.600.000,- yang dilelang melalui proses e-katalog.

Sejak diberitakan, alat berat dari lokasi Galian C ilegal di Desa Air Pinang telah dipindahkan. Tak ada lagi aktivitas Galian C. Namun, menurut keterangan warga sekitar ada tumpukan material berada di lokasi. Diduga kuat material Galian C ini akan diambil secara manual.

“Tidak ada lagi alat berat. Sejak tayang berita. Malam itu langsung diangkut alat berat, tinggal tumpukan material masih banyak dilokasi,”kata warga Desa Air Pinang.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).