Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Sengketa 4 pulau dengan Provinsi Sumatera Utara disambut gegap gempita di seluruh penjuru Tanah Rencong.

542
×

Sengketa 4 pulau dengan Provinsi Sumatera Utara disambut gegap gempita di seluruh penjuru Tanah Rencong.

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//ACEH. Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan bahwa Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek adalah bagian sah dari wilayah administratif Provinsi Aceh.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers resmi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Diumumkan usai rapat terbatas yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Di tengah sorotan nasional, sosok Mizwan,SH. muncul sebagai salah satu putra Barsela yang paling lantang mengapresiasi langkah tegas yang diambil Presiden Prabowo dan Perjuangan Masyarakat Aceh serta Gubernur Aceh Mualem.

Menurut Mizwan, keputusan ini adalah kemenangan yang tidak hanya menyangkut batas wilayah, tetapi juga menyentuh martabat, sejarah, dan identitas Aceh sebagai provinsi dengan status otonomi khusus.

Ia menyebut keberanian Mualem memperjuangkan empat pulau ini sebagai bentuk kepemimpinan yang berakar kuat pada semangat perjuangan dan diplomasi berbasis konstitusi.

Dalam narasinya, Mizwan, menegaskan bahwa Aceh tak hanya butuh pemimpin yang hanya bisa berorasi di mimbar, tetapi yang mampu bicara lantang di ruang-ruang strategis nasional tanpa menggadaikan kedaulatan.

Mualem, kata Mizwan,telah membuktikan bahwa Aceh masih punya pemimpin yang tidak mudah ditekan dan tidak mudah dibeli.

Mizwan, juga memberi penghormatan tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menurutnya telah memperlihatkan keberanian politik yang langka dalam menangani konflik teritorial antardaerah.

Keputusan itu, kata dia, tidak hanya menyelesaikan polemik administratif, tapi juga meredam potensi gesekan horizontal yang bisa membahayakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan paling ujung Aceh.

Namun, dalam nada yang sama, Mizwan,SH menyelipkan pesan penting, agar seluruh masyarakat Aceh tidak larut dalam euforia, dan tetap solid di bawah satu komando kepemimpinan daerah.

Ia meyakini bahwa ujian yang lebih besar justru dimulai setelah kemenangan ini. Baginya, menjaga wilayah lebih sulit daripada sekadar merebut nya kembali. Apalagi ketika Aceh berada dalam sorotan tajam mafia pusat dan publik nasional.

Mizwan,SH.juga tidak lupa mengapresiasi perjuangan para wakil rakyat Aceh di Senayan. Ia menyebut mereka sebagai garda penjaga marwah Aceh di pusat kekuasaan.

Bagi Mizwan, kerja-kerja diplomasi seperti yang dilakukan oleh Azhari Cagee, Darwati Agani, H. Sudirman di DPD RI, serta Ruslan M. Daud, Ilham Pangestu, dan T.A. Khalid di DPR RI, adalah bukti bahwa Aceh tidak sendirian.

Ia menilai keberadaan wakil rakyat yang punya nyali, data, dan nalar politik sangat menentukan dalam mengimbangi tekanan administratif dari kementerian seperti Kemendagri, yang sebelumnya sempat membuat blunder fatal.

Dalam kritik tajam namun elegan, Mizwan, SH.menyesalkan bagaimana Kemendagri bisa gegabah menetapkan keempat pulau itu sebagai milik Sumut hanya dengan bersandar pada data tahun 2009, tanpa meninjau ulang konstitusi keacehan dan status otonomi khusus yang dimiliki Aceh.

Ia menegaskan bahwa institusi seperti Kemendagri tidak bisa bekerja hanya berdasarkan selembar kertas satu arah, melainkan harus punya kepekaan terhadap dinamika sosial-politik dan sejarah kedaerahan.

Menurut Mizwan, keputusan Prabowo bukan semata keberpihakan, tapi koreksi atas keputusan administratif yang mengandung cacat substansi.

Ia menyebut hal itu sebagai bentuk keadilan korektif yang sudah lama ditunggu oleh rakyat Aceh. Dan di tengah banyaknya kepala daerah yang gamang menyuarakan aspirasi rakyatnya, Mizwan,SH menyebut Mualem sebagai simbol keberanian yang harus diteladani oleh seluruh pemimpin lokal.

Mengakhiri keterangannya, Mizwan,SH. mengajak seluruh tokoh adat, ulama, akademisi, aktivis, dan elemen sipil lainnya untuk merawat keputusan ini dengan kesatuan visi dan narasi yang konstruktif.

Ia menyerukan agar rakyat Aceh tetap dalam

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).