Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

YLBH AKA Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Sengketa Tapal Batas Nagan Raya dan Aceh Barat

753
×

YLBH AKA Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Sengketa Tapal Batas Nagan Raya dan Aceh Barat

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Suka Makmue – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA) Nagan Raya, Muhammad Dustur, S.H., M.Kn., menyoroti serius persoalan tapal batas antara Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat yang hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh.

Menurut Dustur, meskipun pemekaran wilayah telah berlangsung, masih terdapat sejumlah titik batas wilayah yang belum dirapikan dan ditetapkan secara final. Ia menilai, kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus tanpa penyelesaian yang jelas.

“Pemerintah Aceh tidak bisa terus-menerus bungkam. Mereka punya tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Dustur. Ia merujuk kepada Permendagri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah, khususnya Pasal 21 ayat (2) yang menyatakan bahwa penyelesaian perselisihan batas antar kabupaten/kota dalam satu provinsi menjadi kewenangan gubernur.

Lebih lanjut, Dustur menambahkan, sesuai Pasal 22 Permendagri tersebut, Gubernur wajib memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan mengundang Bupati atau Wali Kota yang berselisih untuk duduk bersama mencari solusi.

“Persoalan tapal batas ini harus segera diselesaikan untuk mencegah munculnya konflik kepentingan di kemudian hari,” imbuhnya.

Selain mengacu pada Permendagri, Dustur juga menekankan bahwa Pemerintah Aceh wajib berpegang pada Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Ia menilai, pengabaian terhadap masalah tapal batas dapat berdampak pada ketidakpastian wilayah administrasi, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kegiatan investasi.

“Semestinya Pemerintah Aceh sudah menuntaskan seluruh persoalan tapal batas kabupaten/kota. Dengan begitu, energi pemerintah daerah bisa difokuskan untuk peningkatan PAD dan menarik investor guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Aceh,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dustur menyindir kondisi pemerintahan Aceh saat ini yang dinilainya hanya berganti ‘jubah baru’ namun masih memelihara persoalan lama.

“Pemerintah Aceh hari ini tak ubahnya seperti berjubah baru dengan persoalan lama (but-but set),” tutup Direktur YLBH AKA Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”