Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Diduga Pelanggaran NSPK Jabatan ASN Kab. Nagan Raya, Pertanggungjawaban Anggaran Diharapkan APH Bertindak

5653
×

Diduga Pelanggaran NSPK Jabatan ASN Kab. Nagan Raya, Pertanggungjawaban Anggaran Diharapkan APH Bertindak

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK | Aceh — Permasalahan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang dinyatakan tidak sesuai dengan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum juga mendapatkan penyelesaian yang tegas.

Padahal, temuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional XIII Banda Aceh sudah sangat jelas. Pelantikan terhadap 158 pejabat ASN dinyatakan tidak sesuai ketentuan, sementara Kementerian Dalam Negeri hanya menyetujui enam nama dari total 133 usulan yang diajukan.

Surat BKN Nomor 259/B-AK.02.02/SD/KR.XIII/2025 tertanggal 16 Juli 2025 secara eksplisit meminta Bupati Nagan Raya selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk melakukan validasi dan perbaikan terhadap pelantikan yang menyalahi aturan tersebut. Namun hingga kini, waktu terus berjalan tanpa adanya keputusan yang pasti.

Akibat kondisi tersebut, sebagian ASN kehilangan posisi jabatan, sementara sebagian lainnya justru menduduki jabatan yang berpotensi tidak sah secara hukum. Situasi ini tidak hanya melukai rasa keadilan, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap sistem merit dalam birokrasi di Kabupaten Nagan Raya.

Ketegasan pemerintah pusat dinilai bukan sekadar keharusan administratif, melainkan menjadi uji kredibilitas tata kelola kepegawaian nasional. Sanksi terhadap pelanggaran NSPK seharusnya tidak hanya menimpa ASN yang terdampak, tetapi juga menyentuh penanggung jawab kebijakan.

Salah satu bentuk langkah pembinaan yang konstruktif adalah program magang selama enam bulan di Kementerian Dalam Negeri bagi kepala daerah yang terbukti melanggar NSPK. Langkah ini bukan dimaknai sebagai bentuk penghukuman semata, melainkan proses edukatif agar setiap kepala daerah kembali memahami prinsip dasar manajemen ASN yang bersih, berkeadilan, dan berbasis aturan.

Editorial ini memandang bahwa pembiaran terhadap pelanggaran NSPK sama artinya dengan pengingkaran terhadap reformasi birokrasi. Pemerintah pusat tidak boleh ragu untuk bertindak tegas. Ketika regulasi telah jelas dan bukti pelanggaran telah diungkap melalui audit resmi, maka sikap diam bukanlah pilihan yang bijak.

Kepastian hukum bagi ASN, integritas sistem kepegawaian, serta kredibilitas pemerintahan daerah sangat bergantung pada keberanian pemerintah untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Selain itu, diharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar menindaklanjuti dan mengusut hingga tuntas penggunaan Anggaran Kabupaten Nagan Raya, baik Anggaran APBK maupun Anggaran APBA (Otsus) selama tahun 2025, agar seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan dan hukum yang berlaku.

(Tim LIPSUS Aceh)

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”