Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Tinjau Proses Dredging, DLHK Kabupaten Nagan Raya Kunjungi PLN Nusantara Power UP Nagan Raya

502
×

Tinjau Proses Dredging, DLHK Kabupaten Nagan Raya Kunjungi PLN Nusantara Power UP Nagan Raya

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Tim Pengawasan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Nagan Raya mengunjungi PLN Nusantara Power UP Nagan Raya dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kegiatan pengerukan (dredging) di PLN Nusantara Power pada senin, (5/52025).

 

PLTU Nagan Raya 1-2 merupakan aset milik PT PLN (Persero) yang di kelola PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Nagan Raya . PLTU adalah pembangkit listrik yang menggunakan uap panas untuk memutar turbin dan menghasilkan energi listrik. Batubara digunakan sebagai bahan bakar untuk memanaskan air dan menghasilkan uap. Dredging adalah proses pengerukan untuk menghilangkan sedimen atau endapan lumpur dari dasar perairan. Dalam konteks PLTU, dredging bertujuan untuk mencapai kedalaman area Pelabuhan atau tempat bongkar Batubara, sehingga armada pengangkut Batubara dapat beroperasi secara lancar.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Cut Auriza Satifa selaku Kepala Bidang Amdal didampingi Cut Ainal Mardiah selaku Kabid Pengawasan dan Penataan Lingkungan Kabupaten Nagan Raya. Dari pihak PLN Nusantara Power UP Nagan Raya dihadiri oleh Tri Wahyudi selaku Manager PLN NP UP Nagan Raya, M Khoirul Harahap selaku Asman Business Support, Team Leader Lingkungan, Team Leader Operasi CHF, Team Leader Niaga & Bahan Bakar serta Staf Lingkungan.

 

Beberapa pembahasan yang dilakukan pada pengawasan ini adalah melakukan review dokumen Amdal tentang kegiatan dredging. AMDAL adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yaitu kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup. Lalu juga mereview hasil kajian Hidro-Oceanography oleh ITS Tekno Sains terhadap kegiatan dredging.

 

Selanjutnya Tim Pengawas DLHK Kabupaten Nagan Raya beserta pengelola lingkungan dan dredging PLN NP UP Nagan Raya melakukan kunjungan ke lapangan guna meninjau langsung kondisi aktual, dan hasil kegiatan dredging sudah ada kajian oleh Ahli yang komprehensif dan tertuang dalam dokumen Amdal serta pelaksanaan dilapangan sudah sesuai. “Setelah dilakukan pengecekan dokumen kajian dan Amdal, kunjungan dilapangan didapati seluruhnya sudah sesuai dengan isi dalam dokumen Amdal, namun yang sedang dipelajari yaitu dokumen tentang pengeluaran pasir laut hasil pengerukan ke luar dari lokasi Pelabuhan yang selama ini telah diangkut menggunakan truk keluar dari lokasi pelabuhan” kata Cut Ainal.

 

Manager PLN Nusantara Power UP Nagan Raya, Tri Wahyudi juga menyampaikan terima kasih atas kunjungannya, sehingga kita dapat bersama sama melihat kesesuaian didalam dokumen Amdal dan pada praktek di lapangan. Selama ini PLN NP UP Nagan Raya mengeluarkan pasir tersebut untuk melayani permintaan masyarakat atau lembaga sosial dan pendidikan seperti pesantren dan lainnya dengan surat rekomendasi dari kepala desa (geuchik) desa setempat. Namun Dikarenakan masih dipelajari bersama aturan terkait pengelolaan pasir yang sudah dikeruk, maka untuk kegiatan pengangkutan keluar dari lokasi PLN NP UP Nagan Raya dihentikan sementara.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”