Scroll untuk baca berita
Jakarta

Prabowo Tegaskan Kedaulatan Bangsa Bergantung pada Swasembada Pangan dan Energi

609
×

Prabowo Tegaskan Kedaulatan Bangsa Bergantung pada Swasembada Pangan dan Energi

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Tangerang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan suatu bangsa hanya dapat terwujud jika negara mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya secara mandiri. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex) di ICE BSD, Tangerang, Rabu (21/5/2025).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi merupakan pilar utama kelangsungan hidup bangsa.

“Kedaulatan suatu bangsa dijamin oleh kemampuan bangsa itu untuk memenuhi pangan untuk bangsanya sendiri dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Survival bangsa kita tergantung pada dua hal ini,” tegasnya.

Presiden juga mengapresiasi capaian sektor pangan dan energi selama enam bulan pertama pemerintahannya. Ia menyebutkan, produksi pangan nasional telah melampaui target dan mencatatkan cadangan beras serta jagung terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Cadangan beras dan jagung di gudang pemerintah saat ini adalah yang terbesar sejak Republik Indonesia berdiri. Bahkan kita sempat khawatir gudang tidak cukup menampungnya, sehingga saya perintahkan membangun gudang improvisasi,” ujar Prabowo.

Di sektor energi, Prabowo mengungkapkan keberhasilan produksi perdana Lapangan Forel dan Terubuk di Natuna. Proyek tersebut menambah produksi harian sebesar 20 ribu barel minyak dan 60 juta standar kaki kubik gas.

“Ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting menuju swasembada energi nasional. Hebatnya, seluruh proyek dikerjakan oleh tenaga kerja anak bangsa,” tambahnya.

Presiden juga menyoroti besarnya pengeluaran negara akibat ketergantungan pada impor energi, yang mencapai hampir 40 miliar dolar AS per tahun. Dana sebesar itu, menurutnya, seharusnya bisa dialokasikan untuk mendukung kepentingan strategis rakyat Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menyerukan sinergi antara sektor swasta, BUMN, dan pemerintah dalam pengelolaan energi nasional, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Mari kita bekerja sama — pihak swasta dalam dan luar negeri, BUMN, serta pemerintah dari semua tingkatan — demi mencapai kemandirian energi nasional,” tutup Presiden.(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”

Jakarta

“Penundaan pelimpahan berkas dan tersangka Juliet Kristianto Liu dapat menjadi awal yang baik bagi Tim Reformasi Polri untuk membenahi institusi Polri. Ini kasus nyata dan sedang terjadi di depan mata publik, jadi semestinya Tim bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo segera masuk membenahi Polri melalui kasus tersebut.” — Wilson Lalengke, Alumni Lemhannas RI.