Scroll untuk baca berita
DKI JakartaNasional

Ribuan Warga Padati Istana, Prabowo Gelar Griya Idulfitri Penuh Kehangatan

489
×

Ribuan Warga Padati Istana, Prabowo Gelar Griya Idulfitri Penuh Kehangatan

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK||Jakarta – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Istana Kepresidenan Jakarta dalam gelar griya Idulfitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (31/3/2025). Sejak pagi, antrean panjang tampak mengular di sekitar kompleks Istana, mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat untuk bersilaturahmi langsung dengan Kepala Negara.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di acara tahunan ini. Presiden Prabowo menyambut masyarakat dengan ramah, menjabat tangan satu per satu dan mengucapkan selamat Idulfitri kepada warga yang hadir.

Bagi sebagian warga, momen ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Tarni, seorang warga dari Wonogiri, tak kuasa menahan tangis saat akhirnya dapat bersalaman langsung dengan Presiden. Ia mengaku datang ke Jakarta setelah menonton informasi di televisi yang mengabarkan gelar griya akan diadakan di Istana.

“Pak Prabowo itu dekat sama rakyat, saya senang sekali. Sampai hati saya terharu, air mata saya keluar. Beliau tidak pandang bulu, tetap ingat rakyat kecil,” ungkap Tarni dengan mata berkaca-kaca.

Tak hanya Tarni, Hendri, warga Jakarta, juga merasa bersyukur dapat berlebaran di Istana. Ia bersama keluarganya menunaikan salat Id di Masjid Istiqlal sebelum bergabung dengan masyarakat lainnya dalam gelar griya.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat senang mendapatkan kesempatan ini. Hari raya Idulfitri kali ini terasa lebih berkah karena bisa berkumpul bersama masyarakat dan bahkan berkesempatan bertemu langsung dengan Pak Prabowo,” kata Hendri.

Gelar griya ini juga menunjukkan inklusivitas, dengan kehadiran warga dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas. Imam, salah satu warga penyandang disabilitas, merasa senang bisa mendapat kesempatan yang sama untuk bersilaturahmi dengan Presiden.

“Alhamdulillah, kami disabilitas juga bisa berkumpul dengan Bapak Presiden dan para menteri. Ini momen yang sangat membahagiakan,” ujar Imam.

Penyelenggaraan gelar griya di Istana Negara mendapat apresiasi dari masyarakat. Tradisi ini dinilai mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan rakyat, sekaligus mempererat rasa kebersamaan serta persaudaraan di antara seluruh elemen bangsa.

Dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, gelar griya Idulfitri di Istana tahun ini menjadi momen istimewa yang akan dikenang banyak orang. Tradisi ini diharapkan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wujud kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”